Tuesday, January 27, 2026

Jangan Konsumsi Daging Ternak yang Terpapar Antraks

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pakar kedokteran hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. drh. Nusdianto Triakoso M.P., mengimbau masyarakat untuk tidak menyembelih maupun mengonsumsi ternak yang terpapar antraks.

Bakteri Bacillus anthracis menjadi penyebab penyakit antraks. Apabila terpapar udara, bakteri ini bisa membentuk spora yang resisten akan suhu dan bahan kimia sehingga dapat hidup hingga puluhan tahun.

Itulah sebabnya, tubuh hewan yang teridentifikasi antraks tidak boleh dibelah, meskipun untuk tujuan pemeriksaan. “Hewan antraks sama sekali tidak boleh dibelah apalagi dikonsumsi. Karena bakteri ini menyerang dan merusak organ-organ dalam, terutama limpa,” jelasnya, dilansir dari laman resmi Universitas Airlangga.

Lebih lanjut menurut Nusdianto, hewan berdarah panas dapat terinfeksi antraks melalui makanan atau minuman yang tercemar spora antraks. Penyakit ini bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia.

Terdapat tiga cara penularan antraks ke manusia, yakni melalui saluran pernapasan, pencernaan, dan juga melalui luka terbuka yang ada di kulit. Ketiganya memiliki tingkat keparahan dan gejala yang berbeda.

“Jika spora terhirup maka akan menyebabkan infeksi yang menyerang paru-paru. Sementara yang terjadi di kulit paling sering terjadi, tapi biasanya tidak menimbulkan bahaya,” jelas Wakil Direktur Pelayanan Medis, Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga (RSHPUA) itu.

Sementara bila masuk melalui sistem pencernaan, penderita akan mengalami kerusakan organ, utamanya limpa dan peredaran darah, seperti halnya hewan ternak yang terinfeksi antraks. Untuk itulah, penyakit ini fatal hingga dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Meskipun dapat berakibat fatal pada manusia dan hewan, nyatanya penyakit ini dapat diobati oleh petugas terkait bila gejalanya ditemukan lebih awal.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img