Saturday, December 3, 2022

Jawara Tiga Kota

Rekomendasi

Anthurium jenmanii, aglaonema, dan sansevieria beradu elok di kontes nasional.

Trubus — Sansevieria vareigata itu tampil menawan. Hampir sekujur daun berubah warna menjadi kekuningan. Semburat hijau tipis muncul di bagian bawah daun. Koleksi Nanang, A.L. asal Kota Depok, Jawa Barat, itu mencuri hari para juri di kontes nasional sansevieria di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Juri yang terdiri atas Juan Abinta, Afif Al Fian, Febri, dan Sapto Nugroho mengganjar sansevieria jenis hibrida marsha anjani itu sebagai juara kelas variegata.

Juan Abinta mengatakan, kelebihan sansevieria variegata aurea di pot bernomor 64 itu adalah perawatnya sangat baik terlihat dari daun terkecil yang masih ada dan warna tanaman keluar. Pesaing terdekat sang juara adalah sansevieria di pot bernomor 162. Dewan juri akhirnya memutuskan marsha anjani sebagai kampiun. Ia menyingkirkan 10 tanaman lain di kelas itu.

Kelas lain

Juara ke-1 kelas variegata aurea di kontes nasional sansevieria Indonesia 2019. (Dok. Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah)

Di kelas hibrida kecil koleksi Andrew Pratama meraih juara. Koleksi Andrew, sansevieria sheilla merupakan hasil silangan S. donsi dan S. gabriel. Juri menilai peserta di kelas hibrida berdasarkan tampilan corak warna dan kesehatan, serta keunikan karakter baru yang muncul. Menurut Juan sanseviera tanaman yang karakternya sulit dikembangkan. “Dari semua itu yang paling penting adalah kesehatan,” kata Juan.

Menurut Juan kesehatan membuktikan bahwa pehobi merawat tanaman dengan tepat. Ciri-ciri tanaman yang sehat adalah rapi dari dasar hingga keatas. Ukuran daun seragam, tidak ada yang lebih besar maupun lebih kecil. Selain itu tidak terlihat luka maupun bekas kutu. Pada kontes nasional itu, kelompok CD Sansilover dari Bogor, Jawa Barat, mendominasi kontes. Komunitas itu meraih 12 piala masing-masing empat juara pertama, juara ke-2, dan juara ke-3.

Pada kontes sansevieria itu para pehobi menggandrungi kelas-kelas hibrida kecil, variegata aurea, variegata daun bulat, dan variegata pinguin kecil A yang masing-masing terdapat 10 tanaman. Pehobi lain yang meramaikan kontes nasional itu datang dari berbagai kota seperti Surabaya, Madiun, dan Sidoarjo. Panitia membuka total 15 kelas sansevieria. Kelas dengan peserta terbanyak adalah hibrida kecil.

Kontes lain

Selain kontes sansevieria, juga berlangsung adu elok anthurium jenmanii di halaman Gedung DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada 14—15 September 2019. Penyelenggara kontes anthurium nasional itu Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Suryo Banendro, M.P, menuturkan, anthurium mulai menggeliat lagi.

Kontes nasional aglaonema ke-2 di Magelang, Jawa Tengah. (Dok. Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah)

Komunitas perlu mendorong terus antara lain melalui festival sehingga anthurium akan tersosialisasikan dengan baik untuk kalangan muda. Antusiasme para pehobi ternyata tinggi. Menurut Ketua Bidang Hortikultura Ir. Eugenia Florentina Awignam Astu, M.P, terdapat 195 pehobi yang mengikuti ajang itu dengan total 299 tanaman. Para pehobi datang dari berbagai kota seperti Serang, Provinsi Banten, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), dan Jakarta.

Menurut juri konets, Didik Arena, beberapa tanaman tampil spesial. Anthurium mangkuk jacky chan meraih juara kelas junior variegata. Didik mengatakan, anthurium itu merupakan mangkuk terbaik. “Performa, karakter daun, dan karakter variegata memiliki poin komplet,” ujar Didik. Tanaman koleksi Yoen Baron dari Tegal, Jawa Tengah meraih skor 95. Nilai tersebut berbeda 3,5 poin dari juara kedua kelas junior variegata.

Kelas tunggal dewasa di kontes nasional aglaonema minimal memiliki
10 daun. (Dok. Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah)

Tak jauh dari Salatiga, para pehobi aglaonema juga meramaikan kontes di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada 22 September 2019. Kontes berlangsung di Gedung Ahmad Yani, Kota Magelang. Komunitas Aglaonema Magelang menyelenggarakan kontes nasional aglaonema ke-2. Sebanyak 412 tanaman mengikuti adu elok. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 320 tanaman.

Pehobi datang dari berbagai daerah. Mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Tangerang, Medan, hingga Pekanbaru. Tujuh kelas yang dilombakan yaitu jouvenil, kocin, rumpun snow white, rumpun non-snow white, tunggal dewasa, rumpun pemula lokal, dan tunggal dewasa pemula lokal. Komunitas Aglaonema Kediri unggul dengan membawa pulang masing-masing dua juara pertama dan juara harapan ketiga. (Tamara Yunike).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img