Friday, December 2, 2022

Juara Karena Motif Polos

Rekomendasi

 

Motif di tubuh ular pohon sepanjang 80 cm itu memang nyaris hilang. Yang tampak tersisa hanya sedikit garis-garis cokelat muda di samping perut. Garis itu pun cenderung samar-samar terlihat. ‘Tidak pantas kalau disebut motif,’ ujar Ainur Rofiq, pemilik klangenan. Bahkan bila motifnya benar-benar hilang, Beta-panggilan ular-itu seperti ular solid black.

Corak polos sang kampiun itu yang mendepak candoia jagoan Budi Wonosasmito dari Surabaya. Monop sepanjang 70 cm itu tak kalah istimewa. Coraknya cokelat muda hampir mendekati warna krem. Corak itu termasuk langka. ‘Biasanya corak jenis itu agak gelap seperti warna batang pohon,’ kata Andreas Suryadhana kolektor di Kota Pahlawan. Namun, juri sudah terpikat corak polos Beta.

Kontes perdana

Persaingan sengit terjadi di kelas open reticulatus. Dari sekitar 10 peserta, Master Piece milik Erik dari Jakarta ditabalkan sebagai juara. Sanca batik sepanjang 80 cm itu bermotif strip-strip berwarna krem. Uniknya, di setiap strip terdapat totol hitam. ‘Motif strip-nya menyambung dan tidak putus,’ ujar Dri Gunawan, juri dari Jakarta. Ular berumur 3 bulan itu juga memiliki kelebihan lain, bergerak aktif. ‘Itu tanda kesehatannya prima,’ kata Lydia.

Yang juga bangga dengan prestasi klangenannya adalah Roy Genggam. Carpet python milik kolektor reptil di Tangerang itu meraih predikat terbaik di kategori pattern python. Burik, nama python itu, seakan mampu menghipnotis para juri dengan penampilan motif yang tegas. ‘Biasanya corak hitam carpet python menyambung, tapi pada Burik corak putihnya yang justru menyambung,’ kata Roy. Keunikan lain, adalah panjang tubuh. Meski Burik sudah berumur 2 tahun, tapi panjangnya hanya 90 cm. Padahal pada umur itu panjang ular minimal 1 m.

‘Saya memang sengaja jarang memberi pakan,’ kata Roy. Jatah makan Burik hanya seekor tikus setiap minggu. Itu agar tubuh ular itu tidak menjadi besar. Meski begitu, kesehatan Burik prima. Tubuhnya kokoh. Gerakannya pun aktif. Casey milik Ryan dari Jakarta pun takluk. ‘Gerakannya tidak selincah Burik,’ kata Dri. Selain itu, batas antarwarna pun tidak setegas python milik Roy. Wajar jika juri sepakat memilih Burik sebagai jawara.

Di kategori boa constrictor penampilan menawan Peru B membuat juri jatuh cinta. Peruvian boa milik Willy dari Bandung itu memiliki marking unik. Corak pattern-nya seperti pastel. ‘Umumnya corak itu berwarna kuning keemasan,’ ujar Bonny Ontario, juri dari Semarang. Selain itu, warna merah di ekor terlihat terang. ‘Batas antarmotif juga tegas,’ kata Dri. Re, boa milik Norman dari Jakarta tak mampu menandingi ketegasan warna Peru B. ‘Warna Re terlalu kalem sehingga terkesan tidak keluar,’ tambah anggota Ikatan Pecinta Reptil Jakarta itu.

Balap kura

Selain lomba adu bagus-bagusan ular juga diselenggarakan balap renang kura-kura. Setiap kontestan harus berenang secepat mungkin di lintasan sepanjang 1 m. Di kontes yang diikuti 7 kura-kura itu, kura-kura dada putih milik Toko Reptil dari Jakarta berhasil menaklukkan lintasan berdinding plastik dalam waktu 20 detik. Dua kontestan lain di babak pertama itu kalah karena mogok berenang. ‘Mungkin mereka kaget,’ ujar salah satu penonton.

Babak kedua lebih menarik. Sebanyak 4 kontestan turun gelanggang. Sekali lagi kura-kura milik Toko Reptil menyentuh garis finis pertama. Walaupun sempat mogok di lomba awal, 5 detik kemudian Gagugatektar itu melesat cepat meninggalkan semua lawan. Posisi kedua ditempati oleh kura-kura dada putih, juga milik Toko Reptil. Ia tertinggal 3 detik oleh sang jawara. Musababnya, dada putih itu sempat berbalik arah di tengah lintasan.

Kontes reptil yang berlangsung 2 Maret 2008 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat berlangsung meriah. Sekitar 160 peserta datang dari Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Kalimantan saling unjuk gigi. Bahkan peserta mancanegara seperti dari Malaysia turut memeriahkan lomba. ‘Pesertanya membludak melebihi target sekitar 150 peserta,’ kata Norman, salah satu panitia. (Lani Marliani/Peliput: A.Arie Raharjo & Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img