Memproduksi pupuk guano menguntungkan dan memberi kebaikan kepada lingkungan.

Trubus — Berbisnis di bidang teknologi informasi mendatangkan pendapatan lebih dari Rp10 juta bagi A.A. Gede Agung Wedhatama P., M.Eng. Meski begitu, hati kecil Gung Wedha—sapaan akrab AA Gede Agung Wedhatama—gundah. “Mimpi saya membikin produk yang baik untuk kehidupan. Saya tidak menemukan passion itu ketika berbisnis di bidang teknologi informasi,” kata pria berumur 34 tahun itu.
Ia akhirnya menemukan produk yang baik untuk kehidupan, yakni pupuk guano atau kotoran kelelawar karena mengembalikan kesuburan tanah. Kini warga Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, itu, memasarkan lebih dari 100 ton pupuk organik guano setiap bulan.
Pasar ekspor
Semula Gung Wedha hanya menjual 30—40 ton pupuk organik guano per bulan pada 2014. Produk utama PT Wedhatama Sukses Makmur—nama perusahaan produsen pupuk organik guano—meliputi pupuk fresh guano, pupuk guano superfosfat, pupuk campuran kotoran hewan, dan pupuk cair guano. Sayang Gung Wedha enggan menyebutkan laba hasil perniagaan pupuk itu.
Peningkatan produksi itu bukti berkembangnya usaha pembuatan pupuk organik guano. Alasannya pupuk itu terbukti empiris meningkatkan hasil panen petani. Mangku Komang Berata salah satu petani yang merasakan manfaat pupuk organik guano. Petani asal Banjar Kayupadi, Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali, itu lazimnya memanen 4 ton bawang merah di lahan 4.000 m².

Namun, hasil panen pada 2015 melonjak 50% menjadi 6 ton umbi Allium cepa di lahan sama setelah Berata memakai pupuk produksi Gung Wedha. Banyak petani lain dengan beragam komoditas seperti tomat, cabai, cengkih, dan kopi yang juga memperoleh faedah menggunakan pupuk organik guano.
Hasil panen yang meningkat berkat kandungan hara lengkap dan 3 mikrob aktif (Trichoderma sp., Rhizobium sp., dan Pseudomonas sp.). Terujinya pupuk itu di lahan dan harganya yang lebih hemat menjadikan produk itu idaman para petani. “Harga pupuk organik guano relatif lebih terjangkau daripada pupuk sejenis lainnya karena kami menguasai hulu dan hilir,” kata alumnus Master of Information and Technology, Universitas Gadjah Mada, itu.
Pertanian organik

Kesuksesan Gung Wedha berbisnis pupuk organik fosfat tidak terjadi dalam sekejap. Ia mesti berkeliling bertemu petani demi memperkenalkan pupuk organik guano setiap hari sejak 2013. Saat itu masyarakat tidak mempercayai pupuk organik karena terbiasa memakai pupuk kimia. Selain memperkenalkan produk, ia pun mengedukasi masyarakat tentang pertanian organik.
Pelan tapi pasti usaha Gung Wedha meyakinkan para petani berhasil. Perkenalan Gung Wedha dengan pupuk organik guano ketika mengunjungi teman di Gunung Kidul, Yogyakarta. Jiwa bisnis Gung Weda pun tergugah ketika ada peluang menambang guano. Ia pun mencari semua informasi tentang guano agar bisa mendapatkan keuntungan dari bahan alam itu.
Hasil pencarian informasi itu menunjukkan pupuk guano memiliki kandungan organik paling tinggi daripada pupuk organik lainnya. Akhirnya ia pun memproduksi guano. Pasokan guano berasal dari gua di Gunung Kidul. Pabrik pengolahan pupuk organik guano relatif dekat gua.
Semua proses produksi termasuk penambangan guano sudah berizin resmi dan memenuhi peraturan yang berlaku. Gung Wedha berharap bisa membuat Indonesia menuju pertanian organik dengan pupuk guano yang bernutrisi lengkap. (Riefza Vebriansyah)
