Wednesday, January 28, 2026

Kementan dan Pemda DIY Panen Perdana Kopi Robusta di Sleman, Dorong Sleman Jadi Sentra Agrowisata Kopi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan panen perdana kopi robusta di Kabupaten Sleman, Minggu (15/6/2025). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan kopi lokal sebagai komoditas unggulan menuju pasar global.

Panen dilaksanakan di Dusun Ploso Kerep, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, dan dihadiri langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Pemkab Sleman, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto, Kapolda dan Danrem DIY, serta perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera—penerima bantuan benih kopi robusta dari Kementan pada 2022.

Program bantuan tersebut mencakup pengembangan kawasan kopi seluas 50 hektare untuk 20 kelompok tani, dengan varietas benih Kopi Robusta Hibrida Propeligitim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan benih kopi robusta pada tahun 2022. Kini petani dapat memanen hasilnya dan mulai merasakan manfaat. Pengembangan kopi di Sleman harus diarahkan menjadi industri yang terintegrasi dengan bisnis pariwisata di Yogyakarta,” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang perkebunan, seperti embung dan sistem perpipaan irigasi, untuk menunjang produktivitas dan keberlanjutan budidaya kopi.

Plt. Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung subsektor perkebunan, khususnya komoditas kopi. Ia menilai Yogyakarta memiliki daya tarik geografis dan historis yang kuat untuk mendukung hilirisasi dan pengembangan agrowisata kopi.

“Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki keunggulan geografis dan historis di bidang pariwisata, kebudayaan, pendidikan, bisnis dan pertanian. Kondisi ini sangat potensial untuk pengembangan agrowisata, industri dan hilirisasi kopi,” ungkap Heru melansir pada laman Kementan.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan agrowisata kopi di Yogyakarta sangat menjanjikan karena banyak wilayah yang cocok dijadikan destinasi edukatif berbasis perkebunan.

“Dengan pengembangan yang tepat serta sinergi harmonis dari berbagai pihak, agrowisata kopi Yogyakarta bisa menjadi daya tarik wisata unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Heru.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pengelolaan kopi secara maksimal agar memberikan nilai tambah bagi petani. Menurutnya, kopi bukan hanya sumber devisa, tetapi juga komoditas strategis yang mendukung pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, dan pelestarian lingkungan.

“Kopi harus dikelola dengan baik agar tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tapi juga olahan. Ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Untuk itu mutu dan kualitas produksi harus dijaga agar memiliki added value-nya (nilai tambah),” tegas Mentan Amran.

Foto: Dok. Kementan

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img