Trubus.id — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan penanaman kelapa genjah yang diintegrasikan dengan jagung dan ternak kambing di Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Khusus Kabupaten Kediri, Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasi pengembangan program kelapa genjah 1 juta batang nasional 2023 ini sebanyak 24.090 batang dengan klaster pekarangan dan kawasan, dari total Provinsi Jawa Timur 96.690 batang.
Syahrul menjelaskan, pengembangan pertanian di Kediri ke depan seluas 1.000 hektare yang terdiri atas komoditas perkebunan, tanaman pangan, peternakan, dan hortikultura. Hal ini guna mengakselerasi pertumbuhan sektor pertanian Kabupaten Kediri sebagai bantalan ekonomi guna menghadapi situasi krisis pangan global.
“Bahkan pengembangan kedelai pun kita coba di Kediri. Dalam 100 hari ke depan kita cek hasilnya. Di Kediri sudah kita salurkan bantuan bibit kelapa genjah 22 ribu batang,” jelas Syahrul, dilansir dari laman Kementerian Pertanian.
Lebih lanjut, Syahrul menegaskan pengembangan kelapa genjah nasional merupakan program atas arahan Presiden Jokowi guna memperkuat perekonomian nasional dan masyarakat dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia.
Pengembangan kelapa genjah diharapkan dapat membangun kembali Indonesia sebagai negeri nyiur melambai. Manfaat kelapa genjah cukup banyak bagi ekonomi masyarakat.
“Dapat dijadikan kelapa segar, santan, minyak, gula semut, dan tempurungnya dapat dijadikan arang untuk ekspor. Oleh karena itu, hilirisasi komoditas kelapa ke depannya menjadi agenda utama,” terangnya.
Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menambahkan luas areal kelapa eksisting di Kabupaten Kediri 6.331 hektare dan pengembangan kelapa genjah seluas 219 hektare sebanyak 24.090 batang meliputi 60 persen di lahan pekarangan seluas 131,4 hektare dan 40 persen di kawasan seluas 87,6 hektare.
Pengembangan kelapa genjah di Kediri berbasis integrasi, yaitu kelapa-jagung dan kelapa-kambing. Dalam hal peningkatan nilai tambah dan daya saing, pengembangan kelapa genjah dilakukan penanganan pascapanen dan pengolahan yang menghasilkan minuman segar dan gula semut.
Untuk pengembangan perkebunan di Kabupaten Kediri, Kementan bersama pemerintah daerah Kediri membangun nurseri perkebunan yang memproduksi tidak hanya bibit kelapa, tapi semua komoditas perkebunan.
“Pengembangan kelapa genjah seluas 219 hektare atau 24.090 batang, sudah dimulai sejak tahun 2022 seluas 119 hektare dan pada tahun 2023 ini seluas 100 hektare,” papar Andi.
Andi menjelaskan, pengembangan secara klaster Perkebunan dan Tanaman Pangan (integrasi kelapa dengan jagung) dengan target 48 hektare, klaster kelapa-peternakan (kelapa dengan kambing) yang berada di pekarangan.
Hal ini untuk mendorong petani/pekebun saat menunggu kelapa berbuah pada umur 3 tahun, petani/pekebun mendapatkan penghasilan lain dari tanaman pangan, yakni jagung atau dari ternak kambing.
