Kementan Kembangkan Komoditas Jambu Mete di Sulawesi Tenggara

0
jambu mete
Jambu mete. (Dok. Trubus)

Trubus.id — Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengembangkan komoditas jambu mete di Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu bentuk dukungan pengembangan jambu mete yakni dengan penyediaan benih bermutu.

Hal itu mengingat salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman di tingkat petani adalah penggunaan benih bermutu. Apalagi, saat ini penggunaan benih bermutu di tingkat petani relatif rendah, akibat terbatasnya ketersediaan dan aksebilitas terhadap benih unggul bermutu di kawasan pengembangan.

Melansir dari laman Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kementan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, membangun nurseri komoditas jambu mete.

Pada 2022 Nurseri Bombana tercatat mampu memproduksi benih jambu mete varietas muna sebanyak 100.000 batang. Dengan rincian 82.000 batang seedling dan 12.000 batang grafting. Produksi benih jambu mete itu dapat digunakan untuk perluasan dan peremajaan di lahan seluas 900 hektare.

Ir. Parlin Robert Sitanggang, Kepala BBPPTP Surabaya, menyampaikan, Nurseri Bombana dibangun untuk menyediakan benih jambu mete bermutu dan unggul serta mendekatkan dengan sentra pengembangan jambu mete di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Benih jambu mete telah disalurkan pada sentra jambu mete di Provinsi Sulawesi Tenggara, salah satunya di Kabupaten Buton Selatan.

La Ode Muhammad Idris, S.P., M.M., Kepala Dinas Buton Selatan mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Perkebunan melalui BBPPTP Surabaya telah menyalurkan benih jambu mete sejumlah 23.240 untuk kegiatan perluasan dan peremajaan seluas 232,40 hektare di wilayah Kabupaten Buton Selatan.

“Benih jambu ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Buton Selatan,” tuturnya.