Saturday, December 3, 2022

Tren Bisnis Mocaf Perkuat Ketahanan Pangan

Rekomendasi

Trubus.id — Kebutuhan mocaf sebagai bahan baku industri terus meningkat. Itu telah dibuktikan beberapa produsen mocaf di Indonesia.

Irawan Arief Budianto, produsen mocaf di Kota Surakarta, Jawa Tengah, tiap bulan memproduksi 35 ton tepung modified cassava flour (mocaf) atau tepung singkong termodifikasi.

Ketika memulai usaha mocaf pada 2018, produksinya baru 30 ton per bulan. Irawan menjual seharga Rp15.000 untuk industri dan Rp18.000–Rp20.000 per kg untuk pasar ritel. Sebagian besar atau 75 persen permintaan mocaf berasal dari industri.

Perniagaan mocaf itu memberikan omzet Rp525 juta per bulan. Menurut Irawan, biaya produksi mocaf Rp12.000 per kg. Pemilik PT Mocaf Solusindo fokus menggarap pasar domestik sejak 2022. Semula pada 2020–2021 Irawan juga mengekspor rata-rata 200–300 kg tepung mocaf per bulan ke pasar ritel Kanada.

Irawan tertarik menggarap pasar dalam negeri karena harga jual mocaf di pasar domestik dan ekspor tidak berbeda signifikan. Selain itu, permintaan dari sektor industri jauh lebih besar.

Pasar mocaf untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga cenderung melonjak. Pasar domestik menghendaki tepung mocaf dengan beberapa kriteria. Cari tahu lebih lanjut kriteria tepung mocaf untuk pasar ekspor dan domestik di Majalah Trubus Edisi 636 November 2022.

Majalah Trubus Edisi 636 November 2022 mengulas tuntas tren pangan lokal alternatif dari hulu hingga hilir. Segera dapatkan Majalah Trubus Edisi 636 November 2022 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img