Sunday, January 25, 2026

Kenali Ciri-Ciri Gejala Stroke

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Penting untuk mengetahui gejala stroke. Gejala pada penyakit stroke biasanya identik dengan gejala motorik seperti pelo atau kelumpuhan. Kendati demikian, ternyata ada beberapa gejala lain yang belum populer.

Misalnya, perubahan sikap secara tiba-tiba dari yang awalnya periang menjadi pendiam. Hal ini disampaikan oleh Dr. Anggraini Dwi Sensuati, dr., Sp.Rad (K), Dokter Spesialis Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR).

Gejala lain seperti kehilangan fungsi kognisi atau fungsi berpikir. Pun dengan kehilangan daya ingat. Gejala stroke bermacam-macam bergantung pada saraf yang terkena. Tidak selalu disertai dengan gejala motorik atau kelumpuhan.

Sementara itu, gejala motorik stroke juga beragam. Di antaranya, senyum tidak simetris, gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba. Selanjutnya, tiba-tiba pelo, bicara ngelantur hingga tidak dapat berbicara. Lalu kebas atau kesemutan, rabun dan sakit kepala hebat yang tidak bisa dirasakan sebelumnya.

Jika sudah mengalami gejala-gejala di atas, ditambah seorang tersebut memiliki risiko seperti diabetes dan jantung, ataupun di atas usia 40 tahun, sebaiknya segera melakukan deteksi dini ke rumah sakit. Sebab, stroke ini merupakan penyakit yang berkaitan dengan saraf otak. Jika terlambat sedikit penanganannya, kerusakan yang dihasilkan akan parah.

“Kematian sel neuron sangat bergantung pada waktu. Dalam sekali terjadi stroke, bisa 1,2 miliar sel saraf yang mati. Ini mempercepat 36 tahun penuaan,” terangnya seperti dikutip dari laman Universitas Airlangga.

Pasien yang mengalami gejala-gejala di atas bisa datang ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan. CT Scan merupakan pemeriksaan radiologi dasar untuk mendeteksi gejala stroke atau penyakit lain.

Selain itu, untuk mendeteksi apakah stroke ini disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau pendarahan. Hal ini karena dua jenis stroke tersebut penanganannya berbeda.

Jika gejalanya lebih berat, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan MRI, pemeriksaan jantung (ECO Cardiografi) dan leher (USG Doppler Carotis).

“Stroke merupakan penyakit yang paling mematikan di Indonesia. Karenanya sebaiknya kita lebih waspada, aware. Karena stroke itu datangnya memang tiba-tiba. Kami sarankan setidaknya melakukan deteksi dini saat memasuki usia 40 tahun,” paparnya.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img