Pisang merupakan salah satu produk buah unggulan nasional yang mudah ditemukan dan dikenal masyarakat. Buah ini dapat dikonsumsi kapan saja dan oleh berbagai kelompok usia. mulai dari bayi hingga manula. Tanaman pisang juga memiliki daerah penyebaran yang luas dan umumnya ditanam di pekarangan maupun ladang. Sementara sebagian lainnya sudah dikembangkan dalam bentuk perkebunan. Selain buah, daun, bunga, batang, dan bonggol pisang juga dapat dimanfaatkan.
Pisang menjadi salah satu komoditas unggulan karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. Tanaman ini dapat diusahakan pada berbagai agroekosistem yang tersebar di seluruh Indonesia, memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi, terdiri atas beragam varietas, serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pisang juga dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah menjadi berbagai produk. Keuntungan usaha tani pisang juga cukup besar dan relatif singkat yakni sekitar 1—2 tahun.
Pisang Perlu Penanganan Pascapanen
Buah pisang banyak dijumpai di pasar modern, supermarket, maupun pasar tradisional. Namun, buah pisang yang beredar tidak selalu memiliki tampilan visual yang menarik. Misal kulit yang kehitaman, bintik-bintik kecokelatan, goresan, maupun kondisi bonyok. Kondisi tersebut berkaitan dengan sifat buah pisang yang mudah rusak (perishable) karena proses respirasi tetap berlangsung meskipun buah telah dipanen.
Oleh karena itu, penanganan pascapanen yang baik atau Good Handling Practices (GHP) diperlukan untuk mempertahankan mutu, memperpanjang masa simpan, dan menekan kehilangan hasil. Penanganan pascapanen juga penting untuk meningkatkan daya saing pisang, terutama untuk pisang yang ditujukan untuk ekspor.
Gorontalo Potensial Mengembangkan Pisang
Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang potensial dalam pengembangan pisang di Indonesia. Sentra pisang di Provinsi Gorontalo berada di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Puhuwato, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo.
“Berdasarkan data produksi dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, total produksi pisang pada 2025 mencapai 122.100 rumpun dengan produksi 60.097 kuintal,” ujar Ketua Tim Kerja Hortikultura di Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Andriyani.
Potensi pisang tersebut membuka peluang pengembangan produk olahan berbahan baku lokal. Salah satunya adalah keripik pisang susu keju yang dikembangkan IKM Dahlia di Kota Gorontalo.
Dukungan untuk UMKM Hortikultura
Untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hortikultura di Kota Gorontalo, Ditjen Hortikultura telah memfasilitasi IKM Dahlia dengan bantuan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan pada tahun 2021. Ketua IKM Dahlia, Leni Haras, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Ditjen Hortikultura sangat bermanfaat bagi kelompok tani juga masyarakat sekitarnya di Kota Gorontalo.
Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si, menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penumbuhan dan pengembangan UMKM Hortikultura guna meningkatkan nilai tambah produk hortikultura baik segar maupun olahan. Selain itu, penumbuhan UMKM Hortikultura diharapkan mampu mengatasi surplus produksi komoditas segar sehingga selaras dengan program pembangunan pertanian untuk menghasilkan komoditas hortikultura hilir yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura (PPHH), Freddy, S.T.P, M.Sc.,M.P.S, Ph.D menyampaikan bahwa Direktorat PPHH telah mengalokasikan bantuan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan yang dialokasikan untuk pelaku usaha yang sesuai kriteria yang ditetapkan untuk mendukung penumbuhan UMKM Hortikultura di Indonesia. Melalui bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, diversifikasi produk dan daya saing produk hortikultura serta inovasi diversifikasi produk yang bermanfaat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani hortikultura.
Sampai tahun 2024 terdapat 861 UMKM Hortikultura. yaitu tahun 2020 sebanyak 189 UMKM, tahun 2021 sebanyak 89 UMKM, tahun 2022 sebanyak 235 UMKM, tahun 2023 sebanyak 164 UMKM dan tahun 20224 sebanyak 184 UMKM yang sudah ditumbuhkan. Ada yang sudah mulai menghasilkan dan sudah mulai memasarkan yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.
IKM Dahlia Olah Pisang Jadi Keripik Susu Keju
Kelompok Tani IKM Dahlia merupakan salah satu binaan UMKM Ditjen Hortikultura yang mengolah pisang menjadi keripik pisang susu keju. Kelompok itu terletak di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Pandebuolo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
“IKM Dahlia berdiri pada tahun 2012. Anggotanya 10 orang yang bergerak di bidang pengolahan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan baku utama. Poktan kami sudah memiliki sertifikat produksi pangan industri rumah tangga sejak bulan Juli 2021 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Gorontalo sehingga aman untuk dikonsumsi” tutur Leni.
Produk keripik pisang susu keju IKM Dahlia telah dipasarkan di berbagai wilayah di Gorontalo. Pemasarannya menjangkau toko ritel modern, toko oleh-oleh, pusat UMKM di Provinsi Gorontalo, beberapa hotel di Manado, serta Galeri UMKM Binaan Bank Indonesia.
Produk IKM Dahlia juga menjangkau ke Kota Manado, Sulawesi Utara, melalui berbagai mitra usaha dan jaringan distribusi.
Harga Keripik Pisang Susu Keju Dahlia Go
Dahlia menyatakan harga produk bervariasi tergantung pada ukuran kemasan keripik pisang pasuku. Untuk kemasan ukuran 500 gr harga Rp70.000, 250 gr (Rp50.000), 100 gram (Rp20.000) dan ukuran 75 gr (Rp15.000).
Selain dukungan dari Kementan RI, IKM Dahlia juga merupakan UMKM Binaan Bank Indonesia dalam program pemberdayaan, pendampingan, pelatihan, penguatan manajemen usaha, pengembangan dan kemasan, digitalisasi usaha, perluasan akses pasar, dan keiikutsertaan dalam pameran dan promosi di tingkat regional maupun nasional.
Prestasi IKM Dahlia di Gorontalo
Berkat kerja keras dan dukungannya dalam pengembangan UMKM di Gorontalo, Leni Haras memperoleh beberapa penghargaan yaitu Penerimaan Reward Penilaian UMKM Naik Kelas Tingkat Kota Gorontalo, Piagam Siddhakarya Penghargaan Produktivitas, Juara 2 lomba video UMKM dalam rangka jambore holtikultura tahun 2022 se-nasional, Juara 3 Lomba Inovasi olahan pangan 2018, Juara 2 Lomba foto produk UMKM pada gebyar UMKM Gorontalo dan penghargaan mengikuti lomba IKRA pada tahun 2021.
Untuk meningkatkan kompotensi, “Saya mengikuti beberapa pelatihan seperti wirausaha baru produktif, pelatihan sertifikasi jaminan halal HAS 2300, pelatihan IKM Go Digital, pelatihan sistem jaminan halal, pelatihan teknik promosi produk ekspor dan pelatihan lainnya,” ujar Leny yang juga pimpinan di Lembaga Pelatihan Kursus (LPK) yang bergerak di bidang tata boga.
Ke depan, Leni Haras berkomitmen untuk terus mengembangkan IKM Dahlia menjadi industri pengolahan pangan yang lebih modern, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat “Berkarya dari Potensi Lokal untuk Indonesia”, ia berharap IKM Dahlia dapat terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan nilai tambah bagi komoditas hortikultura Indonesia. (Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E., Fungsional Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Madya, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementerian Pertanian)
