Wednesday, February 8, 2023

Keunggulan Kolam Tanah dalam Budidaya Lobster

Rekomendasi

Trubus.id — Mencetak lobster konsumsi di kolam tanah merupakan pilihan terbaik. Kolam tanah memang memiliki banyak keunggulan seperti sumber pakan alami—plankton—melimpah.

Hal yang terpenting, ekosistem alami secara simultan akan mendekomposisi sisa-sisa metabolisme dan pakan melalui kerja bakteri pengurai dari kelompok Nitrobacter sp dan Nitrosomonas sp.

Meskipun begitu, kolam tanah yang dipakai perlu diolah dahulu agar nyaman bagi tempat tinggal lobster. Dalam hal ini, kolam tanah tidak boleh dibuat asal-asalan.

Langkah pertama, memilih tempat yang sesuai. Lokasi itu harus dapat menahan air alias tidak rembes. Perembesan akan menyulitkan pemeliharaan karena secara berkala perlu menambah volume air.

Kedalaman kolam idealnya 2 m dengan luas sekitar 1.000 m2. Tepi kolam perlu diberi alas plastik untuk mencegah erosi sekaligus menahan lobster tidak kabur. Kolam berukuran tersebut dapat menampung sekitar 5.000 bibit ukuran 2 inci.

Sebelum bibit masuk, kolam dikeringkan dulu selama seminggu atau sampai dasar kolam terlihat retak. Cara itu mirip pada budidaya udang windu untuk membuang zat atau senyawa beracun seperti gas rawa, H2S.

Selanjutnya, kolam diberi kalsium karbonat sebanyak 1 kg/100 m2 dengan cara ditabur. Kalsium berguna membunuh kuman dan bakteri sekaligus menstabilkan pH air. Setelah itu, kolam dapat diisi air kira-kira 10–15 cm.

Sumber pakan alami dipersiapkan dengan menebar pupuk penumbuh plankton, dosis 2 gram/m3 air. Seminggu berikutnya, air di kolam akan kehijauan, pertanda plankton sudah tumbuh. Saat itu air kolam dapat ditambah sampai setinggi 1,2–1,8 m.

Bibit lobster dapat dimasukkan setelah air diendapkan selama 24 jam. Bila ditebar burayak hingga mencapai ukuran 2 inci, bibit tidak perlu diberi pakan tambahan. Mereka dapat hidup dengan menyantap plankton.

Yang perlu diperhatikan, pengecekan memakai sechi disk perlu dilakukan berkala setiap 3 hari sekali untuk mencegah ledakan plankton (booming alga). Bila terjadi booming alga, setengah air kolam perlu dibuang dan diisi dengan air baru.

Kehadiran lumpur hitam juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan lobster keracunan. Cara pengecekannya mudah dengan mengambil sampel tanah dari dasar kolam memakai serokan. Kalau pH air turun karena air hujan masuk, cukup diatasi dengan memberi kapur 1 kg/100 m2.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img