Friday, January 16, 2026

Kiat Sukses Budidaya Udang Rumahan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Lazimnya tambak udang vannamei berada 50—100 m dari pantai. Namun, kini budidaya udang tidak harus di pantai dan itu menjadi nilai tambah jika diterapkan di masyarakat. Anda dapat budidaya udang rumahan dengan memanfaatkan vannamei di kolam bulat.  Biaya pembuatan kolam kurang dari Rp10 juta.

Beternak vannamei di teras rumah merupakan revolusi budidaya yang amat besar. Sebab, lokasi budidaya di teras, bukan tambak. Kedua salinitas lebih rendah, dari semula 20—30 ppm menjadi hanya kurang dari 20 ppm. Bahkan kini juga berkembang budidaya vannamei air tawar bersalinitas 0 ppm di Lamongan, Jawa Timur.

Dosen Departemen Teknologi Akuakultur, Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta Selatan, Dr. Sinung Rahardjo, A.Pi., M.Si, mengatakan budidaya vannamei di depan rumah bukan hal baru. “Budidaya vannamei di kota yang bukan pesisir jarang, tapi lazim dilakukan di kota-kota pesisir,” kata Sinung.

Masyarakat bisa memelihara vannamei sebagai tambahan penghasilan. Anda dapat menggunakan 2 kolam seluas masing-masing 35 m2 mirip teknik bak terpal vannamei (batervan). Batervan juga sangat memungkinkan diterapkan di perkotaan seperti Jakarta dan Depok, Jawa Barat.

Di perumahan yang lahannya tidak luas sekitar bervolume 10 m3 pun bisa. Namun, keuntungan terbatas. Peternak dapat menebar 2.500 benur untuk kolam bervolume 7 m3 atau 400 udang per m3. Kelebihan budidaya pada lahan sempit antara lain mudah menangani limbah dan mengontrol kualitas air.

Jika ingin mendapatkan hasil maksimal di lahan sempit, peternak dapat menggunakan teknologi bioflok atau kombinasi bioflok dan resirkulasi. Pilihan lain dari budidaya udang rumahan adalah beternak lele. Alasannya produktivitas lele 10 kali lipat udang. Peternak bisa memanen 100 kg lele per m3, sedangkan di luasan sama hanya diperoleh maksimal 10 kg udang.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img