Trubus.id—Menurut Ketua Umum Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia, Tosan Aji, membuahkan anggur di Indonesia dominan karena perlakuan antara lain kombinasi pemupukan, stres air, dan pemangkasan. Iklim tropis di tanah air memiliki keunggulan panen sepanjang tahun.
Sementara di sentra subtropis tidak memungkinkan panen saat musim dingin kecuali budidaya di rumah tanam. Menurut Tosan tren menanam anggur terus tumbuh di tanah air. Semula terbatas di hobi lambat laun banyak pehobi naik kelas ke skala bisnis seperti produksi bibit dan agrowisata.
“Jika membidik segmen agrowisata pemilik kebun anggur wajib mengatur waktu panen agar buah bisa tersedia sepanjang tahun,” kata Tosan.
Harap mafhum, setelah serangkaian perangsangan pembungaan (Lihat ilustrasi “Trik Buahkan Anggur”) setidaknya memerlukan waktu 100— 120 hari setelah pemangkasan terakhir. Artinya kondisi kebun terkini ditentukan dari hasil perawatan 4—5 bulan sebelumnya.

