Trubus.id—Siapa tak tertarik penampilan ikan buntal air tawar: warna tubuh molek, perpaduan corak putih, kuning, dan hitam, dengan totol-totol berdiameter 0,5–1 cm di punggung. Istimewanya (Tetraodon palembangensis), mampu menggembung bulat bak bola ketika merasa terancam.
Itu yang menyebabkan banyak hobiis jatuh hati melihat aksinya menggembung. Akibatnya penangkapan buntal pun kian marak.
Untuk menyelamatkan ikan yang mampu hidup hingga umur 15 tahun itu adalah pemijahan. Pemijahan ikan yang berpunggung agak cekung itu relatif mudah. Kunci pertama sukses domestikasi—penangkaran di luar habitat asli—adalah kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Berikut cara pijahkan ikan buntal.
Pijahkan Ikan Buntal
- Pelihara sepasang induk dengan bobot masing-masing 100–150 gram di dalam akuarium berukuran 60 cm x 70 cm x 50 cm. Letakkan batu pipih bertekstur kasar, ukuran 30 cm x 15 cm di dasar akuarium untuk meletakkan telur-telur. Di alam, buntal bertelur di atas batu atau ranting-ranting pohon di dasar sungai.
- Berikan pakan cacing darah (Lumbricus sp.) dan teri anchovy dengan dosis 10% dari bobot tubuhnya setiap pagi.
- Induk matang gonad, terlihat dari sifatnya yang agresif. Induk akan bertelur secara bertahap selama 14–18 hari. Setelah bertelur, segera pisahkan betina ke dalam akuarium lain karena sifatnya yang kanibal. Jantan akan segera membuahi telur. Telur yang berhasil dibuahi memiliki warna transparan.
- Pindahkan batu beserta telurnya ke dalam akuarium berukuran 20 cm x 40 cm, diisi air dengan kedalaman 10–15 cm. Tambahkan garam dengan konsentrasi 2 ppt, untuk memudahkan proses penetasan dan metilen blue untuk mengurangi serangan cendawan.
- Telur akan menetas 6–13 hari kemudian. Burayak menghabiskan kuning telur yolk dalam 3 hari. Selanjutnya burayak diberi pakan Moina sp. selama 7–14 hari
- Pindahkan burayak ke dalam akuarium 60 cm x 70 cm x 50 cm dengan kerapatan 10 individu per liter. Berikan pakan jentik nyamuk Culex sp selama 1–2 minggu. Berikan cacing darah dan teri hingga burayak berumur 5 bulan.
