Sunday, January 25, 2026

Kiat Sukses Panen Nila Berlipat dengan Budidaya Bioflok

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Peternak di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Dwi Fandy budidaya nila dengan sistem bioflok. Saban bulan Fandy memanen 100—150 kg nila berukuran 5—6 ekor per kg. Menurut standar nila bioflok setiap kubik air kolam dapat menghidupi 100—150 ekor.

Alumnus Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang itu mengatakan, sintasan atau survival rate (SR) mencapai 95%. Artinya dari padat tebar rata-rata 3.000 ekor jumlah yang mampu bertahan hidup hingga panen mencapai 2.850 ekor.

Ia menerapkan sistem panen bertingkat. Ia memasukkan 1.000 bibit berukuran 8—10 cm saban bulan. Setiap bulan ia memanen rata-rata 150 ekor. Bobot per ekor mencapai 200 gram atau sekilogram terdiri atas 5—6 ekor.

Fandy menuturkan, budidaya nila dengan sistem bioflok amat menguntungkan karena lebih menghemat pakan. Rasio konversi pakan atau feed conversion ratio (FCR) hanya 1. FCR 1 berarti peternak memerlukan 1 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging nila. Bandingkan dengan FCR peternak nila nonbioflok mencapai 1,7.

Peternak nila di Kabupaten Kuantansingingi, Provinsi Riau, Aswan mengelola sebuah kolam seluas 20 m2. Berikut cara budidaya nila bioflok versi Aswan.

Langkah Budidaya Bioflok

  1. Aswan mengendapkan air di penampungan selama 1—2 hari.
  2. Masukkan air endapan dalam penampungan ke dalam kolam budidaya dan langsung berikan aerasi.
  3. Mengaplikasikan bahan-bahan untuk media air kolam (untuk tiap m3 ) yaitu: 1 kg gara, 50 gram dolomi, dan 75 gram gula pasir sebagai probiotik. Probiotik yang mengandung bakteri pembentuk flok (seperti Bacillus subtilis, Bacillus megaterium, Bacillus lichenfonnis, Bacillus polymyxa). Dosis disesuaikan dengan merek probiotik dan sesuaikan dengan volume air kolam.
  4. Sepekan kemudian, tebarkan benih nila.
  5. Pemberian pakan pelet pada awal-awal budidaya hanya 1% dari bobot biomassa ikan.
  6. Pada hari ke—5 benih telah ditebar, lakukan kembali aplikasi bahan-bahan media air kolam (langkah no. 3) tetapi tanpa menggunakan garam dan dolomit.
  7. Pada hari ke—6 pemberian pakan ditingkatkan menjadi 3% bobot biomassa ikan hingga seterusnya selama budi daya.
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img