Trubus.id—Sektor rumput laut menjadi salah satu penopang ekonomi utama masyarakat dan produk utama di Smart Fisheries Village (SFV) Wanamina Marana, Maros, Sulawesi Selatan.
Namun, dalam memproduksi rumput laut, metode penjemuran tradisional yang bergantung pada cuaca sering kali menimbulkan kendala kualitas dan kestabilan hasil produksi.
Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan inovasi teknologi pengeringan rumput laut sistem rumah kaca dan mesin rotary dryer di kawasan Silvofishery Marana di Maros, Sulawesi Selatan.
Hasil inovasi SFV Mekanisasi Perikanan, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) Bantul itu untuk menjaga kualitas dan stabilitas produktivitas masyarakat pembudidaya, khususnya ketika musim hujan.
Mengutip pada laman KKP rencana mengaplikasian inovasi itu di Silvofishery Marana, Maros. Sistem pengering rumah kaca itu dirancang untuk menurunkan kadar air rumput laut hingga mencapai tingkat aman yang mencegah perkembangan jamur, mikroorganisme, dan serangga, serta meningkatkan masa simpan produk.
Mesin itu berukuran 3 m x 4 m x 2,5 m, bangunan pengering ini didesain dengan sistem efek rumah kaca berangka besi hollow galvanis. Penutup dinding dan atap menggunakan plastik mika. Lengkap dengan exhaust fan berfungsi untuk membantu menjaga kelembapan ruang dan mengeluarkan uap air.
Dinding dan atap mika berfungsi untuk menangkap dan menyimpan energi sinar matahari yang dipergunakan untuk mengurangi kandungan air produk. Alat itu juga memiliki absorben panas untuk mengoptimalkan penyimpanan panas.
Dengan suhu ruang yang mampu mencapai 56°C dan kelembaban udara ruang yang rendah, alat itu memungkinkan menghasilkan rumput laut kering yang berkualitas tinggi dan konsisten.
Sistem pengering berbasis rumah kaca itu dirancang tidak hanya untuk menurunkan kadar air rumput laut hingga ke titik aman, namun juga meminimalisir pertumbuhan jamur, mikroorganisme, dan serangga, agar tidak dapat berkembang, sehingga memperpanjang umur simpan rumput laut dan meningkatkan nilainya di pasar.
Alat pengering itu dapat menampung 400—500 kilogram rumput laut per siklus. Sedangkan mesin rotary dryer memadukan proses pengadukan dan pengeringan pelet ikan secara bersama sama dalam drum yg berputar, sehingga proses pengeringan pelet dapat berlangsung cepat dan biaya murah.
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) merupakan langkah strategis dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat pesisir.
“Dengan adanya sinergi antar Unit Pelaksana Teknis di bawah BPPSDM KP, kami dapat mengoptimalkan pengembangan alat dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, seperti teknologi pengeringan rumput laut ini,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa inovasi itu merupakan bentuk nyata teknologi dapat menjadi solusi yang berdaya guna bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.
Sejak 2024, LRMPHP mengemban tugas melaksanakan SFV Mekanisasi Perikanan, yang bersifat dukungan atas pelaksanaan SFV UPT yang telah berjalan.
Fokus utama kegiatan SFV yakni optimalisasi aset LRMPHP untuk mendesain dan merancang bangun alat pengolahan hasil perikanan guna mendukung kegiatan SFV.
Kepala LRPMH, Kartika Winta Aprilia menuturkan bahwa alat pengering rumah kaca itu untuk meningkatkan efisiensi pengeringan rumput laut, sedangkan mesin rotary dryer untuk mempermudah proses pengeringan pelet ikan atau magot.
Alat tersebut pertama kali diperkenalkan di SFV Wanamina Marana, Maros, Sulawesi Selatan. Penetapan SFV Wanamina sebagai lokasi yang akan didukung didasarkan pada hasil identifikasi kebutuhan di lapangan, spesifikasi alat dan kesiapan teknologi yang dimiliki LRMPHP.
Kepala BRPBAP3 Maros, Indra Jaya Asaad menuturkan dengan adanya dukungan cross-cutting dari SFV LRMPHP Bantul berupa alat pengering sistem rumah kaca dan mesin rotary dryer diharapkan dapat membantu SFV Wanamina untuk meningkatkan kualitas produk rumput laut kering yang dihasilkan.
Selain itu mesin rotary dryer juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi pembuatan pakan mandiri. Pihaknya menilai inovasi itu dapat menghasilkan produk rumput laut kering yang bersih, dan proses pengeringan lebih efisien.
Sehingga memberikan solusi bagi masyarakat pesisir, khususnya bagi pembudidaya rumput laut di Silvofishery Marana yang mengalami kendala pengeringan rumput laut terutama pada musim hujan.
Ia berharap dukungan teknologi itu akan membantu pengembangan SFV Wanamina dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir melalui produk rumput laut yang berkualitas tinggi.
