Wednesday, August 17, 2022

Klangenan Priyangan Mencuri Hati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Rachmat Priatna, budidaya domba garut potensial hasilkan keuntungan ekonomiSmith domba klangenan Ajud di Majalengka kini tengah moncer sebagai jawara baru. Dari 15 kali turun gelanggang, 13 kali Smith jadi nomor satu‘Kadang-kadang peternak lebih memperhatikan domba daripada dirinya sendiri. Jika kelihatan masuk angin, peternak segera mencari obat, sementara jika pemiliknya sakit malah tidak dirasa,’ kata H Yeyep Ruslan, peternak domba di Garut. Ia menjemur domba-dombanya pada pukul 06.00 – 09.00. Aktivitas rutin itu – tiga kali sepekan – bertujuan agar domba sehat dan terhindar dari serangan penyakit.  Hanya itu? Arifin yang juga berprofesi kontraktor itu pun rajin membersihkan kuku-kuku domba. Ia berjongkok, menyikat kuku hingga mengkilap.

Yeyep tak alpa memandikan domba-domba setiap 1 pekan agar tubuh tak bau. Domba-domba gagah itu belajar berenang selama 30 menit setiap pekan. Tujuannya agar kaki domba kuat dan mempunyai stamina prima. Deden, memberikan obat cacing setiap 2 bulan sekali untuk mencegah cacingan. Pemilik Padepokan Ajisaka itu juga rutin memberikan jamu kepada domba-dombanya. Selain itu Deden juga memberikan mandi spa dari rempah-rempah berupa rimpang jahe, laos, dan serai.

Ia merebus bahan-bahan itu dalam 1 – 2 liter air hingga mendidih,  menyaring, dan memberikan setiap sepekan  sekali. Sambil memandikan, Arifin juga memijat kepala, leher, pundak, serta kaki domba. Tujuannya selain menghangatkan badan, melancarkan peredaran darah, pun mengeluarkan kotoran dalam tubuh. Soal pakan, domba-domba garut penikmat makanan lezat dan terjamin.

Selain hijauan, pemilik puluhan domba garut itu menyodorkan pakan tinggi protein seperti ampas tahu dan kulit kacang tanah dua kali sehari pada pagi dan sore.  ‘Itu ditambah 2 sendok makan mineral agar kebutuhan nutrisi terpenuhi,’ kata ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) Kabupaten Garut. Ia hanya memberi rumput hasil sabitan pada siang hari.  Musababnya rumput saat pagi masih banyak mengandung embun atau air. ‘Air dalam jumlah besar membuat otot domba lembek,’ tutur Deden.

Singkat kata, kesejahteraan domba garut terjamin. Jika domba-domba itu berkumpul dengan sesamanya yang bukan domba garut, penampilannya langsung mencolok. Gagah, segar, dan tanpa bau tubuh! Pantas dalang sohor Asep Sunandar Sunarya jatuh hati pada domba-domba garut itu. Meski usai mendalang semalam suntuk,  acap kali ia tak beristirahat. Dalang sohor itu, justru ke kandang domba.

Asep Sunandar Sunarya mengambil rumput dan menyuapkan ke mulut domba garut yang gagah. Dalang wayang golek yang identik dengan tokoh Cepot itu beranjak ke domba lain. Tangan kanannya mengelus kepala domba kesayangannya yang menyembul dari balik kandang panggung. Asep Sunandar Sunarya memelihara 50 ekor domba berbulu tebal di  Giri Harja III, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dalang berusia 56 tahun itu memang jatuh hati pada domba garut. Alasannya satwa ruminansia itu, ‘Penampilannya ginding (gagah,red),’ kata pria kelahiran Bandung 3 September 1955 itu. Pantas saja jika tak ada jadwal manggung, pada pagi dan sore, ia meluangkan waktu di kandang domba. Semula  beberapa kerabat pesimistis hobi memelihara domba berlangsung lama.

‘Paling juga hanya tahan 3 bulan, lalu bubar,’ kata Asep Sunarya menirukan komentar kerabat dekatnya itu. Asep memang dikenal tak betah lama menekuni sebuah hobi, paling lama 5 bulan. Namun, hingga kini, lima tahun sudah Asep Sunarya menekuni hobi memelihara domba garut. Ia memelihara domba-domba itu sepenuh hati. Meski ada orang khusus yang merawat, acap kali ia juga turun langsung memberi pakan atau memandikan sehingga koleksinya terawat baik.

Harga domba garut yang terawat baik, menjulang tinggi. Seorang peternak menawar Roma, domba garut milik Asep Sunandar, tak tanggung-tanggung Rp30-juta. Padahal, umurnya kurang dari setahun. ‘Harga itu jauh lebih tinggi dibanding seekor sapi,’ kata Asep. Harga Rp30-an-juta untuk seekor domba garut, hal biasa. Setahun lalu Ajud di Majalengka, Jawa Barat, membeli seekor pejantan berumur 2 tahun Rp35-juta.

Itulah sebabnya rektor Universitas Indonesia Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri menyatakan domba garut sangat potensial dikembangkan untuk pemantapan ekonomi masyarakat. ‘Domba garut tidak semata-mata hanya adu domba, tetapi juga memberi manfaat berlimpah,’ kata guru besar Sosiologi itu yang juga memelihara domba garut. Menurut Prof Dr Ir Cece Somantri, guru besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor selain daging, bulu serta kulit potensial dimanfaatkan. Tidak heran Rachmat Priatna, peternak domba garut di Cimande, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan beternak domba garut memberikan keuntungan menjanjikan.

Ingat Kang Ibing? Penceramah dan pelawak sohor bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata itu juga penggemar domba semasa hidupnya. Baran Siswandi, peternak di Bandung yang mengenal Kang Ibing mengisahkan bahwa seniman itu menganggap domba adu bagian dari keluarga, seperti hewan peliharaan lain. Kang Ibing memelihara berapa domba garut di pekarangan rumahnya di Margawangi, Bandung. Bahkan, aktor itu menyabit rumput sendiri untuk pakan tiga domba koleksinya. Domba-domba adu nan tangkas itu membuat banyak orang jatuh hati dan terkesan. (Faiz Yajri)

 

 

Asli Garut?

Dua domba itu berdiri saling berhadapan di bawah naungan pohon kalpataru. Kuping mereka rumpung atau  tumbu kecil kurang dari 4 cm, tanduk ngabendo seperti  melingkar ke belakang lalu mengarah ke depan, dan bulu di leher mirip singa.  Itulah relief di Candi Siwa di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta. Ahli domba dari Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Bandung, Dr Ir Denie Heriyadi MS, mengatakan relief itu menggambarkan domba garut.

‘Domba bertelinga rumpung kebanyakan dari Jawa Barat,’ kata doktor produksi domba alumnus Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran itu. Jenis domba lain yang bertelinga rumpung ada di Turki. Temuan menarik itu memunculkan hipotesis bahwa pada masa Kerajaan Mataram terjalin persahabatan dengan kerajaan Padjadjaran. Layaknya hubungan diplomatik yang mesra, kedua pihak saling bertukar cendera mata terbaik, antara lain domba garut.

Denie mengatakan domba garut berasal dari Cibuluh, Cikandang, dan Cikeris di Kecamatan Cikajang serta Kecamatan Wanaraja, semua di Kabupaten Garut. Itu dipercaya sejak abad ke-18. Denie meneliti di kedua tempat itu pada 1980-an menjumpai seorang sesepuh peternak domba berusia 85 tahun yang menyatakan bahwa domba garut sudah ada di sana sejak 5 generasi di atasnya.

Selama ini masyarakat mengenal domba garut hasil persilangan antara domba merino, domba kaapstad, dan domba lokal merujuk pendapat J Merkens dan R Soemirat dalam buku Bijdrage Tot De Kennis Van De Geitenfokkerij in Nederlandsch Oost Indie.  Pemerintah Belanda pada 1864 memasukkan domba merino yang diserahkan pada Karel Frederik Holle (1829 – 1896) pemilik perkebunan teh di Cikajang, Garut Selatan.

Berselang 5 tahun,  Holle menyebar merino ke beberapa penggemar domba termasuk seekor pejantan pada Van Nispen  yang waktu itu kebetulan mempunyai seekor kaapstad betina.

Menurut Deni, Merkens dan Soemirat mendeskripsikan  karakteristik domba yang mereka temui.  Mereka menyebutnya domba garut. Digambarkan bahwa ternak itu mempunyai telinga lumayan panjang, menggantung ke sisi luar, tipis, serta tidak lebar.

Padahal menurut denie heriyadi domba garut mempunyai deskripsi yang berbeda. Ciri khas domba garut mepunyai telinga ngadaun hiris atau menyerupai daun hiris Cajanus cajan berukuran 4 – 8 cm. Atau telinga rumpung alias tumbuh kecil kurang dari 4 cm.  Itu masih dikombinasi dengan ekor ngabuntut bagong (seperti ekor babi). ‘ciri khas lain ngabuntut beurit yaitu ekor domba tanpa timbunan lemak,’ tutur denie. (Faiz Yajri)

Previous articleReparasi Tanduk
Next articlePemetik Laba Jati Genjah
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img