Sunday, January 25, 2026

Koi dan Guppy Paling Elok

Rekomendasi
- Advertisement -

Koi dan guppy beradu elok demi menjadi yang terbaik.

Koi peraih grand champion pada ajang 6th Red & White Keeping Contest 2017.
Koi peraih grand champion pada ajang 6th Red & White Keeping Contest 2017.

Dirgen Wandrie hanya membawa seekor koi di kontes 6th Red & White Keeping Contest 2017. Koi jenis kohaku itu meraih prestasi prestisius, yakni grand champion. “Kualitas ikan memang bagus, tapi saya tidak menyangka meraih gelar grand champion,” kata Wandrie. Menurut juri dari Blitar, Jawa Timur, Moch Yuhdi Marzuk, koi sepanjang 50 cm itu layak juara karena bertubuh proporsional serta pertumbuhan dan warna bagus.

Guppy milik Sahlan Rosadi sukses meraih best in show pada JOFF National Guppy Show 2017.
Guppy milik Sahlan Rosadi sukses meraih best in show pada JOFF National Guppy Show 2017.

Yuhdi mengatakan pada kontes perawatan (keeping contest) pehobi membeli ikan berukuran kecil (25 cm) dan memeliharanya selama setahun. Setelah itu juri menilai ikan berdasarkan bentuk tubuh, kualitas kulit dan warna, serta pertumbuhan. “Kohaku itu memenuhi kriteria juara,” kata Yuhdi. Ia membeli koi itu pada 2016 karena tertarik pada kepala ikan yang besar, berpangkal ekor tebal, serta pola dan kualitas kulit bagus.

Juara
Wandrie mengatakan tidak ada perawatan khusus menghasilkan koi terbaik. Setiap hari ia memberikan 5—8 kali pakan impor berupa pelet melalui mesin pemberi pakan otomatis. Pehobi koi di Jakarta Utara itu menempatkan Cyprinus carpio di kolam berukuran 4 m x 8 m x 1,5—2 m. Setiap 3—4 pekan ia mengganti 10—20% air kolam. Dengan perawatan itulah koi milik Wandrie meraih juara.

Penjurian guppy oleh Agung Saputra (berkaos hitam), Tommy, dan Joty Atmadjaja (kaos putih).
Penjurian guppy oleh Agung Saputra (berkaos hitam), Tommy, dan Joty Atmadjaja (kaos putih).

Dua pekan pascakontes, seorang kawan dari Yogyakarta membeli kohaku peraih grand champion itu. Kegembiraan tidak hanya milik Wandrie. Pada kontes koi lain yang bertajuk 3rd NND Keeping Contest 2017, klangenan milik Herry Susanto Wibowo pun meraih jawara. “Saya terkejut mendapat gelar itu,” kata pehobi koi asal Yogyakarta itu. Ia memperoleh ikan anggota famili Cyprinidae itu pada April 2017 di Jakarta Koi Centre.

Semula koi berjenis kindai showa itu berukuran 28 cm dan kini 68 cm. Herry tertarik ikan itu karena pola dan kulit bagus, bertubuh proporsional, dan berpotensi berukuran besar. Gelar juara itu kali pertama untuk kindai showa. Yuhdi yang juga menjuri kontes itu mengatakan, ikan milik Herry pantas menang karena pertumbuhan luar biasa, bertubuh bagus, serta berkelir halus dan merata.

Kebahagiaan Herry makin lengkap karena, “Koi jenis shiro milik saya mendapat dua gelar juara yaitu best tategoi dan best in size B 50,” katanya. Predikat best tategoi merujuk pada ikan yang memiliki potensi bagus pada masa depan. Menurut Yuhdi ikan peraih best tategoi layak menang karena berpola lebih bagus diibandingkan sebelumnya.

Akuaskap milik Delly Viki Ramdani dari Depok meraih juara I pada ajang 3rd Jakarta Aquascaping Competition 2017.
Akuaskap milik Delly Viki Ramdani dari Depok meraih juara I pada ajang 3rd Jakarta Aquascaping Competition 2017.

Selain kontes koi, di Jakarta juga berlangsung adu elok ikan guppy bertajuk Jakarta Ornamental Fish Festival (JOFF) National Guppy Show 2017 pada 18—26 Maret 2017. Ikan hias albino blue sky koleksi Sahlan Rosadi meraih gelar best in show pada adu cantik guppy. Menurut juri asal Yogyakarta, Agung Saputra, ikan itu juara karena paling bagus, paling atraktif, dan kelemahannya paling sedikit dibandingkan dengan peserta lain.

Juri lain, Tommy … , mengatakan bahwa kriteria penilaian antara lain tubuh, bentuk dorsal, bentuk ekor, dan kesehatan. Sahlan Rosadi mengatakan guppy berumur 4 bulan itu hasil ternakan sendiri. Ia hanya memprediksi ikan juara kelas. Namun, ternyata prestasi ikan itu melebihi target. Menurut pria asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu keunggulan guppy itu bergerak aktif, agresif, sehat, dan bertubuh proporsional.

Panitia dan pemilik ikan pemenang JOFF 2017.
Panitia dan pemilik ikan pemenang JOFF 2017.

“Saya sangat senang dengan keberhasilan ini,” kata Alan, sapaan Sahlan Rosadi. Panitia penyelenggara JOFF 2017, Sugiarto Budiono, mengatakan acara yang berlangsung di Food Centrum, Sunter, Jakarta Utara, itu meriah. Sebab 12 komunitas ikan hias seperti komunitas koi, guppy, diskus, killifish, lou han, dan ikan predator berpartisipasi pada acara itu. Bahkan komunitas reptil turut ambil bagian.

Sugiarto mengatakan JOFF 2017 bertujuan memasyarakatkan ikan hias sehingga bisa menjadi komoditas pelepas stres bagi warga Jakarta. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Slamet Soebjakto MSi, yang hadir pada acara itu mengucapkan selamat atas suksesnya JOFF 2017. “Semoga JOFF berikutnya lebih besar lagi,” kata Slamet.

570_ 83Selain kontes koi dan guppy, JOFF juga menampilkan kontes akuaskap yang bertajuk 3rd Jakarta Aquascaping Competition 2017. Juri menetapkan akuaskap kreasi Delly Viki Ramdani sebagai yang terbaik. Akuaskap jawara itu menyajikan miniatur kawasan bebatuan yang ditumbuhi tanaman. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img