Saturday, August 13, 2022

Kontes Lou Han & Maskoki WTC Manggadua 2006

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sukses sang jawara meraih posisi terbaik tidak gampang. Ia harus melawan 13 cencu berkualitas asal Jakarta, Bandung, dan Makassar. Cencu jagoan Heru Desanto asal Jakarta, misalnya menempel ketat sang jawara. Penghuni akuarium CCB051 itu memiliki nongnong besar. Gradasi warna pun tak kalah cantik. ?Kualitas ikan hampir setara, ? ujar Tommy. . Namun, mutiara dan markingnya belum dapat mengungguli cencu milik Anton. Dengan selisih nilai 1, 05 ia harus puas berada di posisi kedua.

Golden base seru

 

Di kelas golden base juga menyuguhkan pertandingan seru. Sebanyak 12 ikan asal Jakarta dan Makassar beradu cantik merebut perhatian ketiga juri. Golden base jagoan Suwito asal Jakarta, akhirnya keluar sebagai juara. Berbekal warna jingga terang ia memukau mata juri. ?Warnanya hidup dan alami, ? kata Phangramlie. . Menurut Acin ?sapaan akrabnya ?selain warna, pengisi akuarium GB079 itu mempunyai keseimbangan tubuh yang baik.

Pesaing sang kampiun, golden base milik Kaisar sebenarnya layak juara. ?Dari penilaian tubuh dan sirip bawah, ia menang, ? kata Acin. Sayang, warna tubuhnya kurang solid dan sirip dayung cacat. Dengan selisih nilai 8, 1, golden base menempati urutan kedua.

Pertarungan merebut juara pertama di kelas cinhua A tak kalah ramai. Ikan kebanggaan Suwito menoreh prestasi terbaik dengan total nilai 199, 325. Angka itu didapat dari kesempurnaan gradasi warna, kepala, ekor, hingga totol mutiara yang penuh. ?Rivalnya kalah karena gradasi warna dan bentuk muka kurang bagus, ? ujar Acin.

Kontes lou han bertaraf regional itu terbilang sukses. Buktinya banyak pemain baru berpartisipasi di kontes bertajuk Kontes Lou Han Pemula &Bazaar 2006 itu. Panitia mencatat 118 peserta, di antaranya dari Jakarta dan Makassar mendominasi. ?Kontes ini bertujuan menarik pemain baru agar lou han tetap eksis,? ucap Acuan, ketua panitia lomba.

Kontes maskoki

Di tempat yang sama juga digelar lomba maskoki. Ryukin jumbo kebanggaan Kiking Zamorano, Bandung, berhasil merebut grand champion. ?Ia pantas juara karena jarang ada ryukin berwarna hitam. Biasanya merah kombinasi putih,? kata Akhim, peserta kontes.

Tak hanya keunikan warna yang membawa penghuni akuarium 78 itu menuju puncak kejayaan. Kombinasi kepala kecil dan tubuh bulat besar membuat juri kagum. Keistimewaan kian mencorong dengan punuk yang tinggi. ?Ikan itu sangat bagus dan prima, ? ucap Hariantono, juri internasional asal Jakarta.

Sebelum merebut gelar grand champion, sang jawara bertemu dengan 2 rival abadinya, ranchu jumbo dan oranda jumbo. Kedua pesaing itu tampil memikat. Ranchu jumbo andalan Wallet FC dari Batang, Jawa Tengah, itu mengandalkan tubuh kekar bak pesumo. Selain itu, kombinasi warna putih dan merah juga menarik. ?Secara keseluruhan ikan itu bagus. Keseimbangan kepala dan tubuh sempurna, ? ujar Hariantono. Sayang, bentuk jambul di kepala tidak seimbang.

Jawara oranda jumbo andalan Oki Odang asal Jakarta sebenarnya berpeluang mengalahkan ryukin. Berbekal ekor dan sirip yang bagus, ia bisa mengimbangi kecantikan sang grand champion. Namun, corak warna tidak simetris dan tampil kurang impresif. Ia pun menyerah kalah.

?Gaya renangnya kurang cantik,? ucap Chen Han, juri asal Singapura. Kontes maskoki itu sukses besar. Sebanyak 168 peserta dari Jakarta, Batang, dan Temanggung meramaikan lantai 3 WTC Manggadua di Jakarta Utara itu. ?Untuk menarik pemain baru, kontes harus sering dilaksanakan, ? kata Robert, panitia lomba. (Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img