Trubus.id—Serangan budok pada tanaman nilam membuat daun menjadi mengecil dan mengeriting, serta batang membengkak. Penyebabnya cendawan Synchytrium pogosternosis. Rendemen minyak asiri dari tanaman terserang bisa terpenggal hingga tinggal 1%.
Cendawan itu mula-mula menyerang jaringan tanaman muda seperti tunas baru dan fase bibit. Gejala awal berupa pemendekan tunas dan muncul kutil di daun sehingga mengganggu proses fotosintesis. Akibatnya pertumbuhan terhambat dan akhirnya mati.
Penyebaran makhluk liliput itu sangat cepat dan luas. Meski bersifat obligat atau tumbuh dan berkembang di jaringan tanaman hidup, cendawan penyebab budok dapat bertahan hidup di dalam jangka waktu lama.
Menurut Dr Ir Sukamto, mengendalikan budok mesti secara terpadu sejak pemilihan bibit. Dengan begitu kerugian pekebun akibat ulah si liliput dapat terelakkan. Berikut cara mencegah serangan budok.

- Gunakan bibit yang sehat dan bebas penyakit budok. Cirinya tidak ada bitnik-bintik kecil dan titik putih pada tanaman.
- Gunakan mulsa, pangkas tunas yang berdekatan dengan tanah, dan buat drainase yang baik untuk mencegah serangan budok.
- Lakukan pengamatan kebun secara rutin sehingga gejala dini budok segera diketahui.
- Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida dosis 10 ml per 1 liter air dengan frekuensi seminggu sekali hingga serangan mereda. Jika masih di persemaian, rendam setek dalam fungisida sebelum disemai.
- Bila tanaman sudah terserang budok, cabut, dan bakar tanaman.
- Lakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang bukan merupakan inang penyakit budok, misal sayuran semusim.
