Wednesday, February 21, 2024

Lewat Pengamatan Burung, Belantara Foundation dan Sekolah Alam Indonesia Ajak Generasi Muda Rawat Alam

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Belantara Foundation dan Sekolah Alam Indonesia (SAI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyelenggarakan kegiatan pengamatan burung-burung liar di kawasan Taman Lapangan Banteng, Jakarta pada Kamis (25/01/2024).

Koordinator Edukasi, Fundraising dan Outreach Belantara Foundation, Ahmad Baihaqi yang menjadi narasumber, menyampaikan topik pentingnya menjaga dan melestarikan burung-burung liar di habitat alaminya.

Selain penyampaian materi dalam bentuk teori, kegiatan yang diikuti oleh 48 murid SMP SAI itu mempraktikan langsung kegiatan mengamati burung-burung liar di kawasan tersebut.

Mereka menggunakan teropong dan poster burung-burung kota Jakarta serta mencatat burung yang berhasil diamati pada tabulasi data yang telah disiapkan.

Kegiatan pengamatan burung. (Dok. Belantara Foundation)

Mereka dibagi menjadi 6 kelompok dan didampingi oleh 18 fasilitator yang berasal dari Kelompok Pengamat Burung (KPB) Nectarinia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KPB Nycticorax UNJ dan Biological Bird Club Ardea Biologi UNAS.

Koordinator Edukasi, Fundraising dan Outreach Belantara Foundation, Ahmad Baihaqi menuturkan burung berperan bagi ekosistem. Maka, penting bagi masyarakat khususnya generasi muda berpartisipatif aktif dalam menjaga dan melestarikan burung-burung di habitatnya seperti di ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta.

“Selain sebagai estetika kota, RTH Jakarta seperti Taman Lapangan Banteng juga berperan sebagai habitat bagi burung-burung liar. Keberadaan burung liar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda khususnya siswa sekolah terutama pembelajaran ilmu biologi,” ujar Abay, panggilan akrabnya yang juga merupakan sebagai Kader Konservasi Alam Jakarta.

Dari hasil pengamatan, terdapat 23 jenis burung yang berhasil diamati dan identifikasi. Berdasarkan status perlindungan, terdapat tiga jenis burung masuk ke dalam kategori yang dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Tiga jenis burung tersebut yaitu kipasan belang (Rhipidura javanica), betet biasa (Psittacula alexandri), dan alap-alap sapi (Falco moluccensis).

Berdasarkan status keterancaman, terdapat dua jenis burung yang masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu burung kacamata biasa (Zosterops melanurus) berstatus rentan terancam punah / Vulnerable (VU) dan betet biasa (Psittacula alexandri) berstatus hampir terancam punah / Near Threatened (NT).

Guru Kelas SMP SAI, Ahmad Rizky Mudzakir mengatakan bahwa pengamatan burung ini bertujuan untuk penyadartahuan (awareness) dan edukasi bagi masyarakat khususnya siswa SAI akan pentingnya merawat alam dan menjaga lingkungan sekitar lewat pengamatan burung.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Bisnis Madu Meningkat Menjelang Puasa dan Liburan

Trubus.id— “Permintaan madu bisa dua kali lipat ketika bulan puasa dan pekan liburan,” kata peternak lebah trigona di Kabupaten...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img