Friday, January 16, 2026

Lonjakan Harga Kelapa: Dosen IPB Ungkap Penyebab dan Solusi

Rekomendasi
- Advertisement -

Dosen IPB University, Prof. Amzul Rifin, menyoroti lonjakan harga kelapa di Indonesia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan ekspor, khususnya untuk minyak kelapa.

Ia menuturkan meskipun nilai ekspor minyak kelapa terus naik, volume ekspornya justru mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa harga minyak kelapa di pasar global semakin tinggi pada tahun 2025.

“Kelangkaan ini lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan luar negeri. Harga dunia yang lebih tinggi membuat ekspor menjadi lebih menguntungkan dibandingkan menjual kelapa di pasar domestik,” ujar Prof. Amzul dilansir pada laman IPB University.

Pada 2024, produksi kelapa Indonesia tercatat sebesar 2,89 juta ton, dengan 98 persen dihasilkan oleh petani rakyat. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kelapa juga diekspor dalam bentuk bahan baku maupun olahan, terutama minyak kelapa.

Pada 2022, sekitar 67 persen ekspor kelapa Indonesia berupa minyak kelapa, baik setengah jadi maupun mentah. Tingginya permintaan global menyebabkan kelapa dalam negeri lebih banyak diolah menjadi minyak kelapa untuk ekspor, yang akhirnya berdampak pada kelangkaan pasokan di pasar domestik.

Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Amzul menekankan pentingnya strategi jangka panjang guna menjaga ketersediaan kelapa dan mengendalikan fluktuasi harga.

“Peningkatan produktivitas dan perluasan area tanam menjadi solusi utama dalam meningkatkan produksi kelapa,” jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa petani menghadapi tantangan karena kelapa harus bersaing dengan tanaman lain, terutama kelapa sawit yang lebih menguntungkan.

Oleh karena itu, ia menyarankan peningkatan pendapatan petani dari kelapa dan produk turunannya agar mereka tetap tertarik membudidayakan tanaman ini. Dengan begitu, keberlanjutan produksi kelapa di Indonesia dapat terjaga.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img