Wednesday, January 28, 2026

Lovebird, Burung yang Memang “Lovely”

Rekomendasi
- Advertisement -
Personatus pastel biru. warna dasar biru pias keputihan
Personatus pastel biru. warna dasar biru pias keputihan

Peach-faced, personatus, dan pastel. “Apa itu?”, demikian pasti pertanyaan yang terlontar jika istilah-istilah itu sampai ke telinga orang awam. Itu cara penggemar lovebird Agapornis roseicollis, A. fischeri, dan A. personatus menyebut burung paruh bengkok itu. Julukan itu disematkan berdasarkan corak warna bulu si paruh bengkok. Maklum, orang memelihara kerabat nuri itu lantaran kepincut warna-warni bulu, selain polah lincah dan kicauannya.

Kicauan? Tentu saja. “Lovebird bisa ‘diisi’ suara burung lain. Sifatnya hampir seperti kenari,” kata Imam alias Acong, penangkar burung di Depok, Jawa Barat. Toh, daya tarik utama lovebird tetap warna-warni bulunya. Kalau dulu lovebird berwarna dasar hijau, kini warna hijau semakin memudar tergantikan warna-warna lain seperti hijau muda, violet, atau biru.

Warna pastel, warna dasar pias
Warna pastel, warna dasar pias

Selingan warna itu membentuk corak yang masing-masing punya julukan. Peach faced merujuk warna muka dan leher yang kemerahan pucat sementara tubuh tetap hijau, mirip buah peach alias persik. Personatus, spesies lovebird terpopuler setelah corak peach-faced, membawa warna biru pastel alias pias. Pennyilangan berulang memunculkan warna violet dan biru pucat. Keragaman warna menjadikan ketiga spesies lovebird itu paling populer di antara 9 spesies lovebird asal Afrika dan Kepulauan Madagaskar.***

pastel

Warna violet pastel muncul setelah persilangan  berulang
Warna violet pastel muncul setelah persilangan berulang
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img