Trubus.id — Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University mengembangkan Smart Squeeze Cage, kandang jepit pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mempermudah proses penimbangan otomatis kambing dan domba. Inovasi itu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi manajemen peternakan melalui pencatatan data bobot ternak secara digital dan akurat.
Ketua tim pengembang, Ghina Rania, menjelaskan metode penimbangan ternak yang umum digunakan saat ini masih kurang efisien. Pada praktiknya, kambing dan domba biasanya dimasukkan ke dalam karung penggendong untuk kemudian ditimbang menggunakan timbangan gantung. Cara lain dilakukan dengan menggendong ternak di atas timbangan badan, lalu menghitung selisih berat operator dan ternak.
“Selain merepotkan dan berisiko karena ternak meronta, pencatatan manualnya juga rentan terjadi kesalahan. Dengan adanya alat ini, proses penimbangan menjadi jauh lebih cepat, praktis, akurat, serta datanya langsung tersimpan secara digital,” ujar Ghina.
Smart Squeeze Cage dirancang dalam bentuk kandang jepit portabel yang dilengkapi sensor berat (load cell) yang terhubung dengan mikrokontroler. Saat ternak berada di dalam kandang, bobot tubuhnya akan terbaca secara otomatis dan langsung dikirim ke sistem manajemen berbasis web.
Anggota tim, Ilham Bonardo Marpaung, mengatakan integrasi sensor, mikrokontroler, dan aplikasi berbasis web memungkinkan seluruh data penimbangan terdokumentasi secara otomatis. Data tersebut kemudian diolah menjadi grafik pertumbuhan ternak sehingga memudahkan peternak dalam memantau performa ternak dan mengevaluasi kebutuhan pemeliharaan, termasuk memperkirakan kebutuhan pakan harian.
Tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat bobot, Smart Squeeze Cage juga memanfaatkan teknologi machine learning. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengetahui tren pertumbuhan sekaligus memprediksi bobot ideal ternak pada periode berikutnya. Dengan demikian, peternak maupun akademisi dapat memperoleh informasi yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan ternak.
Tim pengembang Smart Squeeze Cage terdiri atas Ghina Rania, Muhammad Rifki Munawar, Hafiz Tiftazani, Rafie Hafizhsatryo, Bagus Priwendy Simangunsong, Althof Zufar Musyaffa, dan Ilham Bonardo Marpaung.
Pengembangan inovasi tersebut dibimbing oleh Lathifunnisa Fathonah, M.T. dan Muhammad Nasir, S.T., M.Kom. Program ini juga terlaksana melalui kolaborasi dengan Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB University.
Inovasi Smart Squeeze Cage diharapkan menjadi salah satu solusi penerapan teknologi digital di sektor peternakan, khususnya dalam mendukung pencatatan performa ternak yang lebih akurat, efisien, dan berbasis data.
