Tuesday, February 3, 2026

Manfaat Papain bagi Pencernaan & Kesehatan

Rekomendasi
- Advertisement -

Pepaya dikenal sebagai buah tropis yang menyegarkan. Namun di balik daging buahnya terdapat enzim kuat bernama papain. Papain merupakan enzim proteolitik yang memecah protein dari makanan menjadi potongan kecil seperti peptida atau asam amino sehingga proses pencernaan menjadi lebih efisien. Enzim itu bekerja dengan memecah ikatan peptida dalam protein makanan, sehingga penyerapan nutrisi seperti asam amino menjadi lebih mudah. Aktivitas papain dipengaruhi oleh pH dan suhu sehingga cara pengolahan pepaya dapat menentukan apakah enzim tetap aktif atau rusak.

Papain berperan penting dalam pencernaan, terutama bagi mereka yang mengonsumsi protein tinggi atau mengalami gangguan pencernaan ringan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pepaya dapat meringankan sembelit, memperlancar buang air besar, dan mengurangi keluhan kembung atau gas berlebih. Kombinasi papain dengan kandungan serat dan air pada pepaya mendukung pergerakan usus dan membantu mencegah konstipasi.

Selain manfaat pencernaan, papain juga menunjukkan potensi efek antiinflamasi. Penelitian pada model hewan mengindikasikan bahwa papain dapat menurunkan pembengkakan dan nyeri. Selain itu papain mendukung penyembuhan luka dengan mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi jaringan. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih bersifat awal atau menggunakan model hewan sehingga efeknya pada manusia memerlukan studi lebih lanjut.

Untuk mendapatkan manfaat papain secara optimal, sebaiknya konsumsi pepaya matang segar karena pemanasan dapat merusak aktivitas enzim. Pepaya dapat dikonsumsi setelah makan makanan tinggi protein agar pencernaan menjadi lebih ringan dan nutrisi terserap dengan baik. Pepaya juga bisa menjadi pilihan buah alami untuk mendukung kesehatan usus dan pencernaan, sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral penting. Perlu diingat bahwa efek papain pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga pepaya sebaiknya dianggap sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti obat atau terapi medis. (Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

BRIN Temukan 51 Spesies Baru Sepanjang 2025, Perkaya Data Keanekaragaman Hayati Indonesia

Sepanjang 2025, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mencatat capaian penting dalam...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img