Uganda memiliki komoditas khas berupa matoke, pisang lokal yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat. Berbeda dengan pisang meja, matoke dikonsumsi setelah dikukus atau direbus, lalu dilumatkan. Teksturnya lembut dengan warna kuning keemasan serta aroma khas yang dikenal sebagai “matooke aroma”.
Data menunjukkan produksi matoke mencapai jutaan ton per tahun, dengan sebagian besar dikonsumsi domestik dan sisanya dipasarkan ke wilayah perkotaan maupun ekspor. Untuk pasar luar negeri yang jauh seperti Amerika Serikat dan Kanada, matoke dikirim dalam bentuk beku guna menjaga kualitas.
Batemsad Farmers Co. Ltd. menjadi salah satu pelaku usaha yang mengembangkan komoditas tersebut. Perusahaan ini juga memproduksi nanas, kelapa, alpukat, hingga cabai dengan sistem kemitraan bersama petani lokal.
Kelapa menjadi komoditas yang terus dikembangkan sejak 2018. Perusahaan telah menanam puluhan ribu bibit kelapa, baik tipe tinggi maupun pendek. Produk turunan seperti santan dan minyak kelapa turut dipasarkan untuk memenuhi permintaan global.
Dalam distribusi, penerapan rantai dingin menjadi faktor penting. Penyimpanan dan transportasi bersuhu rendah mampu menekan kerusakan akibat respirasi dan aktivitas mikroorganisme. Sistem ini memungkinkan produk hortikultura tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.
Dengan potensi lahan yang luas dan diversifikasi komoditas, Uganda memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura di pasar internasional.
