Yam Ghana Tembus Pasar Global Berkat Rantai Dingin

Rekomendasi

Kehadiran negara-negara Afrika Barat seperti Ghana dan Senegal dalam pameran hortikultura internasional Macfrut 2026 di Rimini, Italia, menampilkan ragam komoditas tropis yang menarik perhatian. Salah satu yang mencuri perhatian yakni yam, umbi berbentuk silinder memanjang yang sekilas mirip singkong, tetapi tidak meruncing di bagian ujung dan berkulit lebih tebal.

Hillary Asare Dadzie, eksportir asal Ghana sekaligus manajer Floranna Enterprise, mengungkapkan bahwa ekspor yam segar telah dimulai sejak 2015. Negara tujuan ekspor meliputi Italia, Jerman, Prancis, hingga Tiongkok. Bahkan, perusahaan juga rutin mengirim ke Amerika Serikat serta beberapa negara Afrika seperti Kenya dan Nigeria.

Menurut Hillary, yam yang dipasarkan berasal dari budidaya organik dan memiliki tekstur padat dengan rasa netral. Produk tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan petani lokal. Untuk menjaga mutu hingga ke konsumen, Floranna Enterprise menerapkan sistem rantai dingin sejak pascapanen.

Penanganan pascapanen menjadi kunci keberhasilan ekspor. Proses penyortiran cepat, pengeringan singkat, serta penyimpanan pada suhu 10—15°C dengan kelembapan terkontrol mampu memperlambat kerusakan. Langkah itu sesuai rekomendasi FAO untuk menjaga kesegaran yam selama distribusi jarak jauh.

Pasar utama yam Ghana berasal dari komunitas Afrika-Karibia di negara tujuan ekspor. Permintaan yang stabil menjadikan komoditas ini memiliki prospek cerah di pasar global, terutama dengan dukungan sistem distribusi yang tepat.

Artikel Terbaru

Matoke dan Kelapa, Andalan Ekspor Uganda ke Pasar Dunia

Uganda memiliki komoditas khas berupa matoke, pisang lokal yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat. Berbeda dengan pisang meja, matoke...

More Articles Like This