Trubus.id — Ada dua pilihan untuk budidaya belut, yaitu budidaya belut menggunakan media air dan lumpur. Media air cocok untuk pembesaran belut, sedangkan media lumpur cocok untuk pemijahan belut.
M. Fajar Junariyata, peternak belut di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggunakan media lumpur untuk budidaya pemijahan belut. Ia menempatkan lumpur dalam drum berukuran 1 m2 setinggi 20–25 cm dengan ketinggian air permukaan 1–2 cm.
Fajar memiliki sekitar 20 drum sebagai tempat pemijahan belut. Peternak belut sejak 2008 itu menempatkan 4–5 ekor belut pada masing-masing drum dengan perbandingan 1 jantan dan 3–4 ekor betina. Drum dan tangki ditempatkan di ruangan terbuka.
Menurut Fajar, sebenarnya tidak ada standar baku untuk campuran lumpur. Terpenting, lumpur yang digunakan subur dan gembur. Tiap drum ia bagi menjadi 3 bagian dengan komposisi 1/3 bagian lumpur, 1/3 bagian pupuk kandang sapi, dan 1/3 kompos.
Jika rata-rata ketebalan media lumpur siap pakai adalah 25 cm, untuk masing-masing bagian memiliki ketinggian 8,3 cm. Pupuk kandang dan kompos yang digunakan harus sudah matang dan dilakukan sebelum seluruh bahan dicampur menjadi satu.
Setelah digabung, lumpur diisi air dengan ketinggian sekitar 5 cm. Selanjutnya, diamkan sebulan agar lumpur mengendap dan mengeluarkan sisa-sisa pembusukan. Perendaman dilakukan berulang hingga lumpur tidak berbau.
Sementara itu, Widiantoro, peternak belut di Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggunakan bokashi untuk menciptakan kondisi lumpur yang cocok bagi belut.
Widi mencampur 70% lumpur, 25% jerami, dan 5% pupuk kandang sapi pada kolam berukuran 2 m × 1 m. Kolam itu ditempatkan di luar ruangan. Ia juga menambah 10 ml mikroorganisme dan 50 ml molase untuk mempercepat fermentasi.
Juli Nursandi, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Budidaya Perikanan, Politeknik Negeri Lampung, mengatakan, lumpur yang digunakan harus melalui proses degradasi. Media lumpur berpotensi membentuk pakan alami belut seperti jentik nyamuk, kutu air, dan cacing.
Hingga kini belum ada formula baku untuk komposisi media lumpur. Namun, lumpur yang baik sebagai media budidaya belut adalah lumpur yang menyerupai keadaan alami sawah.
