Monday, June 8, 2026

Memanfaatkan Batang Tembakau sebagai Pewarna Alami Batik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Selama ini pewarna batik yang kerap dipakai adalah pewarna sintetis berbahan kimia. Padahal sebenarnya, pengrajin batik bisa menggunakan batang tembakau sebagai pewarna alami untuk menghasilkan warna cokelat.

Manfaat batang tembakau sebagai pewarna alami batik itu dikenalkan oleh tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) dari Universitas Jember. Mereka mengenalkan pewarna alami berbahan batang tembakau kepada pengrajin batik di Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

“Pemakaian batang tembakau sebagai pewarna alami akan meningkatkan harga batik sekaligus mengurangi limbah batang tembakau saat panen,” kata Anisa Hakim, salah seorang anggota UKM IAAS, dikutip dari laman Universitas Jember.

Selain itu, menurutnya, dengan pemakaian pewarna alami secara bertahap akan mengurangi penggunaan pewarna sintetis yang berpotensi merusak lingkungan. Digantikan dengan pewarna alami berbasis potensi Desa Sumberpakem yakni tembakau, yang lebih alami dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Anisa mengatakan, pembuatan bahan pewarna alami dari batang tembakau cukup mudah. Batang tembakau dicacah dengan mesin pencacah, dilanjutkan dengan merendamnya dengan larutan cuka untuk menghasilkan bahan pewarna cokelat alami yang pekat.

Campuran itu kemudian dijemur hingga kering dan digiling menjadi bubuk. Jika pengrajin membutuhkan pewarna cokelat, cukup mencampurkan bubuk tadi dengan air mendidih dan mencelupkan batiknya beberapa saat sesuai kebutuhan.

Selain memberikan pelatihan pembuatan pewarna alami, Anisa dan empat belas kawannya memberikan pelatihan pemasaran. Materi yang diberikan di antaranya segmentasi pasar, teknik pemasaran, membangun keunikan produk, dan materi lainnya.

Untuk diketahui UKM IAAS menjadi salah satu UKM di Universitas Jember yang menerima pendanaan Program Penguatan Kapasitas (PPK) dari Direktorat Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

Selama lima bulan ke depan, Anisa dan kolega akan mendampingi pengrajin batik KWT Raung Lestari. Bahkan, UKM IAAS turut membidani berdirinya Raung Lestari Activity Center. Diharapkan dengan adanya Raung Lestari Activity Center bisa menjadi motor penggerak kerajinan batik khas Sumberjambe yang juga batik khas Jember sehingga makin dikenal publik dan pemasarannya makin meluas.


Artikel Terbaru

Ikan Gabus Kaya Albumin, Berpotensi Menjadi Pangan Fungsional

Trubus — Ikan gabus selama ini lebih dikenal sebagai sumber albumin yang kerap dikonsumsi untuk membantu pemulihan pascaoperasi. Namun,...

More Articles Like This