Sunday, August 14, 2022

Mengenang Perjuangan Johan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Rangkaian bunga karya Sindhunata Setiadarma yang terinspirasi monumen bambu runcing. (Dok. Sindhunata Setiadarma)

Rangkaian bunga untuk mengenang perjuangan para pahlawanan.

Trubus — Monumen bambu runcing salah satu penanda atau landmark Kota Surabaya, Jawa Timur. Keberadaan monumen itu menginspirasi Sindhunata Setiadarma membuat rangkaian bunga untuk memperingati hari pahlawan. Sindhunata menuturkan, “Sementara bambu runcing merupakan simbol perjuangan bangsa,” ujarnya.

Gelora perlawanan pejuang Indonesia dalam pertempuran Bandung Lautan Api menjelma pada rangkaian milik Muhammad Iqbal Aditya. (Dok. Muhammad Iqbal Aditya)

Perangkai bunga di Jakarta Barat itu betul-betul memanfaatkan potongan bambu berujung runcing untuk mewujudkan rangkaian impiannya. Ia menyusun 5 bambu dengan ketinggian berbeda—persis monumen di Kota Surabaya itu. Lima bambu itu berdiri di atas wadah datar berlapiskan floral foam. Sindhu, sapaannya, menyelimuti setiap bambu dengan dedaunan berbeda.

Kobaran api

Rangkaian karya Sindhu atraktif. Ia menerapkan berbagai teknik merangkai seperti teknik gulung pada daun anggur laut yang dibentuk serupa corong lalu diisi dengan anyelir jingga berenda merah. Ada pula teknik terasering yakni penempatan gulungan daun magnolia yang disusun berundak.

Peni Zulandari Surato memilih janur untuk mengenang semangat juang pahlawan pada serangan umum 1 Maret 1949. (Dok. Peni Zulandari Suroto)

Bambu juga menjadi pilihan Muhammad Iqbal Aditya untuk membuat rangkaian berjudul “Seneu Bandung”. Seneu berarti api dalam bahasa Sunda. Rangkaian milik Iqbal manifestasi dari peristiwa Bandung Lautan Api. Oleh karena itu, ia memilih flora berkelir merah dan jingga seperti bunga mawar dan helikonia untuk menggambarkan kobaran api.

Perangkai bunga di Bandung, Jawa Barat, itu menancapkan tangkai-tangkai mawar di antara formasi daun hanjuang. Sementara tangkai helikonia berada di bagian belakang. Begitu pula dengan potongan bambu runcing di dua sisi bagian belakang. Bagi Iqbal keberadaan bambu runcing sangat penting dalam rangkaian karena simbol perjuangan. Iqbal membentuk lembaran hanjuang meliuk-liuk serupa jilatan api sehingga rangkaian kian apik.

Rangkaian apik sarat nilai kepahlawanan juga lahir dari tangan Aldi Pardiansyah. Aldi membuat rangkaian yang terinspirasi dari peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia di hotel Yamato, Surabaya. Aldi menuturkan, bendera identitas bangsa. Oleh karena itu, ia ingin mengapresiasi jasa pahlawan pada peristiwa itu melalui rangkaian bunga nan artistik. Perangkai bunga di Bogor, Jawa Barat, itu menjalin rafia pada besi kotak. Ia memilih rafia berwarna merah, putih, dan biru sebagai perwujudan bendera Belanda.

Detail

Aldi Pardiansyah membuat rangkaian yang terinspirasi dari peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia di hotel Yamato, Surabaya. (Dok. Aldi Pardiansyah)

Aldi amat detail menata setiap materi. Lihat saja, struktur rafia biru dibuat lebih kecil dibandingkan struktur merah dan putih yang menggambarkan dominasi warna bendera Indonesia. Pada struktur merah, Aldi meletakkan anggrek bulan putih, mawar merah, dan gerbera merah. Ia juga menyematkan lembaran hanjuang, sirih gading, dan lili paris. Sementara pada struktur putih, ia memilih gerbera merah dan hortensia biru.

Adapun pada struktur biru, ia memakai mawar putih. Baik struktur pada struktur putih dan biru, Aldi sama-sama memasang gulungan hanjuang dan sirih gading. Kisah kepahlawanan juga menginspirasi Peni Zulandari Suroto membuat rangkaian bunga. Memori serangan umum 1 Maret 1949 menjelma pada rangkaian janur milik Peni. “Ketika itu pejuang mengalungkan janur kuning sebagai identitas semangat untuk melawan musuh. Mereka berjuluk pasukan janur kuning,” ujar Peni.

Perangkai bunga di Tangerang Selatan, Banten itu lantas melipat lembar demi lembar janur membentuk lipatan tulang lindung dan merangkainya menjadi lingkaran dengan bentuk geometris spiral yang berpusat ke satu titik. Peni memilih daun janur kuning dan hijau di atasnya agar menambah efek kedalaman di rangkaian dan secara estetika tampak indah.

Selanjutnya, ia menyisipkan bunga mawar merah dan helikonia jingga tepat di pusat lingkaran. Ada pula dendrobium putih yang berbaris rapi seperti prajurit memberikan efek manis pada rangkaian. Berkat kepiawaian para perangkai bunga seperti Peni, Aldi, Iqbal, dan Sindhunata, peringatan hari pahlawan pun kian berkesan. Terima kasih untuk para johan. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img