Thursday, January 29, 2026

Minyak Dara : Jangan Sembarang Penyaring

Rekomendasi
- Advertisement -

Minyak perawan yang diproduksi Sarjano memang tidak menarik. Warna tidak bening, tetapi kekuningan dan keruh. Aroma tengik teruar dari balik jeriken itu. Wajar bila tak ada yang membeli VCO miliknya.

Kasus itu tidak akan terjadi jika Sarjano mengolah VCO secara baik. Langkah awal yang harus dilakukan, memilih kelapa tua dan kering. Emulsi santan kelapa tua sangat rendah sehingga minyak mudah terpisah dari santan. Tahap berikut, memisahkan minyak dari belondo atau padatan VCO. Proses penyaringan amat penting agar VCO yang dihasilkan tidak berbau tengik, seperti yang terjadi pada minyak perawan Sarjano.

Zeolit

Sarjano memakai zeolit sebagai fi lter. Saringan lain yang banyak dipakai ialah lempung aktif atau karbon aktif. Padahal menurut Dra Ani Setyopratiwi MSi dari jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada, zeolit, lempung aktif, atau karbon aktif itu justru menyerap antioksidan pada minyak. Hilangnya antioksidan menyebabkan minyak cepat rusak atau menjadi tengik. Minyak perawan tahan simpan dua tahun. Sedang minyak yang disaring dengan menggunakan absorben—penyerap— umurnya berkurang jauh.

Hal senada diungkapkan oleh Andi Nur Alamsyah STP, MT dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Bogor. Menurut Andi, penggunaan zeolit sebagai fi lter dapat menurunkan asam laurat. “Kandungan asam laurat awalnya 45% setelah disaring dengan zeolit tinggal 37%,” ungkap master Kimia Institut Teknologi Bandung itu. Selain itu, zeolit dan karbon aktif hanya menjernihkan minyak, tapi tidak dapat menyerap air.

Itu bertolak belakang dengan pendapat Dr Bambang Setiaji dari jurusan Kimia UGM. Ia yakin zeolit dapat menyerap air yang masih tercampur dalam minyak sampai 90—92%. “Karena itu minyak awet sampai 20 tahun tanpa fermentasi,” ujar Bambang.

Hanya saja selama ini petani salah kaprah. Mereka menggunakan zeolit yang biasa dipakai sebagai media tanam pada budidaya sistem hidroponik. Padahal, zeolit untuk menyaring VCO itu berbeda dengan zeolit media tanam. Sebab, sebelum digunakan zeolit penyaring harus diaktivasi untuk meningkatkan sifat-sifat khusus dengan menghilangkan unsur-unsur pengotor. Air yang terperangkap dalam pori kristal zeolit juga diuapkan. Harga zeolit yang sudah diaktivasi hanya Rp2.000/kg.

Menurut Bambang, karbon aktif berfungsi sama dengan zeolit, yaitu menjernihkan VCO. Itu bertolak belakang  dengan pendapat Dr Iip Izul Falah dari jurusan Kimia UGM. Ia mengungkapkan, pemakaian karbon aktif justru menimbulkan minyak perawan kehitaman. Selain itu, ia tidak dapat menyerap air. Arang aktif mudah didapat di toko-toko pertanian. Harganya Rp30.000—Rp70.000/kg.

Kertas saring

Alternatif lain untuk filter ialah membran keramik dan kertas saring. Harga membran keramik Rp500.000 untuk tabung filter setinggi 15 cm. Tingginya harga itu lantaran harus diimpor dari Amerika Serikat.

Kertas saring mudah didapat di toko-toko kimia. Selain itu harganya hanya Rp3.000 per lembar ukuran 60 cm x 60 cm. Kertas yang digunakan merupakan kertas kimia teknis yang bergelombang seperti kertas krep.

Menurut Dr Pingkan Aditiawati, produsen VCO sekaligus dosen Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung, kertas saring bukan penyerap seperti zeolit dan karbon aktif. Pemakaiannya tidak menimbulkan reaksi sampingan. Kertas saring hanya berfungsi untuk menyaring partikel besar dan kecil pada minyak perawan. Akibatnya kandungan VCO sebelum disaring akan sama dengan setelah disaring.

Kelebihan lain menggunakan kertas saring, VCO yang dihasilkan bening. Selain itu ia menyerap air yang ada di minyak. “Dapat dipastikan kadar air dalam VCO di bawah 0,1%,” ujar Iip Izul Falah. Itu berbeda dengan pendapat Bambang. Pria kelahiran Temanggung 54 tahun silam itu justru yakin kertas saring tidak mengurangi air. (Rosy Nur Apriyanti)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img