Thursday, August 18, 2022

Nasib Pulau di Tangan Mangrove

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Bakau Rhizophora sp mengembangkan akar tunjang untuk bertahanMeski demikian, bukan berarti mangrove hanya berfaedah di pulau kecil. Di pulau besar seperti Jawa atau Sumatera pun, 54 spesies mangrove tetap berperan besar, antara lain mencegah intrusi. Menurut Cecep, berdasarkan riset ilmiah Jakarta bisa saja “mengelak” intrusi alias perembesan air laut ke dalam lapisan tanah sehingga terjadi percampuran air laut dengan air tanah. Saat ini intrusi di Jakarta mencapai 10 km dari pantai. Artinya air tanah di wilayah Kramat atau Monas berubah payau.

Menanam mangrove sepanjang pantai utara, hingga 4 km dari bibir pantai, mampu menekan laju intrusi. Bagaimana duduk perkara si sabuk hijau mencegah intrusi? “Lumpur mampu menyerap garam. Mangrove juga menyerap garam 10 kali bobotnya,” kata guru besar di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu.

Kadar garam di tempat tumbuh mangrove hingga 20 ppt (lihat ilustrasi). Dalam kondisi seperti itu pohon “daratan” tak mampu tumbuh. Namun, beragam bakau Rhizophora sp – salah satu jenis mangrove – mengembangkan sistem filter di perakaran. Air yang terserap pun mendekati tawar. Spesies itu mengumpulkan garam di daun dan kulit batang. Kelenjar di bawah permukaan daun berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan garam.

Pantas beragam ternak seperti kambing menggemari daun mangrove karena lebih gurih. Selain itu, daun mangrove mengandung tanin tinggi yang tokcer menggerus lemak. Itulah sebabnya kambing yang mengonsumsi daun mangrove, dagingnya lebih sehat daripada kambing yang makan rumput. Sayang, hingga kini jarang peternak yang memanfaatkan daun mangrove sebagai sumber pakan ternak.

Berkat kemampuan menyerap garam itu, mangrove sekaligus mencegah intrusi. Hidup di lingkungan ekstrem, menyebabkan riap tumbuh atau penambahan diameter batang mangrove sangat lambat, cuma 0,5 cm per tahun. “Energi banyak terbuang untuk mengatasi racun garam itu,” kata Cecep Kusmana. Bandingkan dengan riap tumbuh sengon Paraserianthes falcataria yang mencapai 4 – 5 cm per tahun.

Selain kadar garam tinggi, tanah tempat tumbuh mangrove juga sangat labil karena berupa lumpur. Meski demikian mangrove tetap mampu beradaptasi. Bakau Rhizophora mucronata, misalnya, mengembangkan sistem perakaran  terhadap tanah yang kurang stabil dan adanya pasang surut, dengan cara mengembangkan struktur akar tunjang; api-api Avicennia sp, dengan pneumatofor alias  akar udara. Sistem perakaran itu bukan hanya untuk memperkokoh pohon, tetapi juga untuk menahan sedimen dan mengambil oksigen.

Bertahan hidup di lingkungan yang keras – kadar garam tinggi, tanah labil, pasang-surut – menyebabkan mangrove menyiasati diri. Itulah sebabnya buah mangrove bersifat vivipar, yakni benih berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon induk. Di Taman Wisata Alam Muaraangke, Jakarta Utara, tampak buah-buah bakau yang telah berakar hingga 40 cm, meski buah itu masih menempel di cabang-cabang pohon. Diameter akar sekelingking tangan. Selain bakau Rhizophora sp, kendeka Bruguiera sp dan tengar Ceriops, juga bersifat vivipar.

Induk tak rela melepaskan buah, sebelum tumbuh akar yang bagian ujungnya lancip. Begitu jatuh, akar lebih mudah menancap persis tombak. Cecep Kusmana mengatakan anak semai spesies mangrove seperti itu disebut propagul. Pembibit dapat memotong sebuah propagul menjadi beberapa bagian untuk perbanyakan tanaman. Di alam, propagul itu bisa saja terbawa arus hingga menyeberangi lautan. Selama perjalanan itu, propagul tetap dorman atau “istirahat” hingga menemukan lokasi yang cocok untuk tumbuh.

Dengan beragam upaya itulah mangrove tumbuh dan berkembang biak untuk memberikan manfaat besar bagi manusia. Cecep mengatakan hutan payau – terdiri atas beragam spesies mangrove – dengan populasi 3.000 pohon per ha, lebar 200 meter, diameter batang 15 cm mampu menekan tinggi tsunami hingga 60%. Keberadaannya juga menekan 40 – 60% kekuatan arus tsunami. Wajar jika tingkat kerusakan daerah yang terdapat hutan payau lebih rendah ketika terjadi tsunami.

Mangrove mencapai diameter batang 15 cm pada umur rata-rata 7 tahun. “Itu waktu yang singkat,” kata Cecep Kusmana. Kemampuan mangrove menyerap karbondioksida juga lebih tinggi daripada tumbuhan darat. Itu berkaitan dengan mekanisme enzimatis. Jangan salah mangrove juga sumber pangan nan lezat. “Masyarakat yang tinggal di kepulauan dapat mengolah buah api-api sebagai sumber karbohidrat karena kaya gizi,” kata Cecep Kusmana. Buah api-api juga berkhasiat sebagai antioksidan.

Periset di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Jawa Tengah, Dyah Ilminingtyas MP dan Diah Kartikawati mengolah buah lindur Bruguiera gymnorrhiza menjadi penganan yang lezat. Mereka menyebut cakerove singkatan dari kue mangrove. Di tangan Dra Warsinah Apt MSi dari Universitas Jenderal Soedirman, daun dan kulit batang lindur menjadi obat mujarab untuk mengatasi sel kanker. Nilai IC50 lindur 14,68 mg/ml sehingga untuk menghambat separuh dari sel kanker perlu dosis 14,68 mg/ml.

Mohson dan Kelompok Tani Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur, mengolah beragam buah mangrove menjadi penganan. Ia memanfaatkan buah bogem Sonneratia alba menjadi dodol dan kembang gula, bakau Rhizophora apiculata (tepung dan nasi), dan api-api Avicennia sp (keripik). Membicarakan kebaikan mangrove memang tak kunjung sudah. Bukan hanya kebaikan bagi manusia, tetapi juga beragam satwa seperti kepiting, udang, dan primata (baca: Firdaus Beragam Fauna halaman 104 – 105).

Lihat saja kawasan hutan mangrove di Kotamadya Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur, menjadi rumah bagi bekantan. Di atas pohon-pohon mangrove itu bekantan Nasalis larvatus bermain dan mencari pakan. Jangan lupa mangrove yang bertahan hingga ratusan tahun itu juga menghasilkan kayu kelas awet I dan II yang tahan lama. Menurut Cecep Kusmana bobot jenis kayu mangrove lebih besar daripada satu sehingga tenggelam dalam air.

Peran vital hutan payau itulah yang mendorong Sri Lela Murniwati Harahap membudidayakan mangrove di Muaraangke, Jakarta Utara, sejak 12 tahun lampau. Perempuan kelahiran 31 Agustus 1944 itu membudidayakan beragam spesies mangrove di lahan 99,82 ha. Jika mau, Murniwati dapat menikmati hari tua dengan beragam kemewahan. Namun, perempuan 67 tahun itu justru menjual 10.000 ha kebun kelapa sawit dan ruko di jantung Kota Jakarta.

Dana penjualan itu ia gunakan untuk membiayai penanaman mangrove dan menata kawasan itu hingga miliaran rupiah. Ia sudah cukup bungah ketika menyaksikan mangrove tumbuh dan berkembang. Itulah sebabnya, Murniwati menangis begitu mengetahui pohon bakau berumur dua tahun menjelang berbunga tiba-tiba daunnya mengering, meski pohon berdiri tegak. Setelah ia mengecek, ternyata seseorang menyayat batang hingga lapisan xilem rusak. Keruan saja pohon anggota famili Rhizophoraceae itu gagal mengangkut nutrisi dan mati.

Meski berfaedah bagi beragam satwa, tumbuhan lain, dan manusia, penghargaan kita terhadap mangrove tak sebanding dengan jasa baiknya. Buktinya luasan hutan payau terus menyusut. Indar Parawansa dalam disertasinya di Institut Pertanian Bogor mencatat luas hutan mangrove di Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 1997 mencapai 174,49 ha menyusut menjadi 108, 19 (2006). Di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, terdapat 44,37 ha hutan mangrove pada 1997.  Sembilan tahun berselang tersisa 6,25 ha.

Selain alih fungsi lahan, menyusutnya hutan payau juga karena meningkatnya limbah rumah tangga dan industri. Itu menurunkan mutu air dan menghambat pertumbuhan mangrove. Indar Parawansa menguji kualitas air di beberapa hutan payau seperti Muaragembong dan Teluknaga pada 2007. Kadar timbel dan kadmium di Teluknaga, misalnya, masing-masing 1,00 mg/liter dan 0,015 mg liter (ambang batas  0,03 mg/l dan 0,001 mg/l). Padahal, “Hilang mangrove, hilanglah pulau,” kata Kusmana. Jika itu terjadi, penyesalan tak pernah berarti apa-apa. (Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img