Wednesday, August 10, 2022

(Nyaris) Tanpa Daun Sepanjang Hayat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Daun oval memanjang dengan tulang daun khas tanaman anggrek tidak terlihat padanya. Itulah sebabnya Chiloschista sp kerap disebut asian ghost orchid  alias anggrek hantu asia. Disebut hantu karena kerap tak terlihat, padahal ada. Sementara nama Asia disematkan karena anggrek itu banyak dijumpai di benua terbesar di dunia itu.

Hobiis di tanahair menyebutnya anggrek akar. Disebut demikian karena anggota famili Orchidaceae itu lebih sering ditemukan hanya berupa akar yang tumbuh menggurita mencengkeram tanaman inang. Ada juga yang menyebutnya leafless orchid alias anggrek tanpa daun.

Menurut Frankie Handoyo, ahli anggrek di Jakarta, chiloschista sejatinya berdaun. Itu Trubus buktikan saat menyaksikan Chiloschista ramifera koleksi Andi Widjaja, penganggrek di Jakarta. Daun anggrek hantu asal Thailand itu berukuran mungil. Panjangnya tak lebih dari 1 cm. Itu pun hanya tumbuh 2 – 3 helai dan tak selalu tumbuh setiap saat.

Bunga mungil

Bunga chiloschista umumnya berukuran mungil. Contohnya C. ramifera yang diameter bunganya hanya 1 cm. Namun, sekali berbunga jumlahnya bisa puluhan. Bunga tersusun pada tangkai yang panjangnya bisa mencapai 33 cm. Tangkai bunga muncul  dari pangkal akar. Di kebun Andi, ramifera berbunga 2 kali dalam setahun. Terakhir ia berbunga pada April 2009. “Mungkin akibat perubahan iklim yang tidak menentu, sehingga sekarang ia mogok berbunga,” kata Andi.

Meski berukuran mungil, penampilan bunga ramifera terlihat cantik. Sepal dan petal tersusun menyerupai bunga sakura. Pada bagian tengah sepal dan petal terdapat kumpulan titik-titik berwarna cokelat. Sedangkan labellum alias bibir bunga berbentuk menyerupai kantung berwarna putih. Yang istimewa, bunganya juga harum dan tahan lama. Bunga bisa tahan hingga 6 – 8 minggu.

Menurut Frankie, di Indonesia sebetulnya tumbuh beberapa jenis anggrek hantu. Salah satunya Chiloschista javanica yang endemik Pulau Jawa bagian timur. Ia banyak dijumpai di hutan berketinggian 300 – 1.000 m dpl. Bentuk bunganya hampir menyerupai ramifera. Hanya saja bentuk sepal dan petal terlihat lebih ramping dan terdapat bulu-bulu halus. Ukuran bunganya sedikit lebih kecil ketimbang ramifera, hanya berdiameter 9 mm. Bunga tersusun pada tangkai sepanjang 15 – 20 cm dan wangi.

Di Pulau Jawa juga tumbuh anggrek akar lain yang bergenus Taeniophyllum. Contohnya Taeniophyllum biocellatum. Di  alam ia lebih sulit dijumpai karena sosok tanaman jauh lebih mungil ketimbang chiloschista. Penampang melintang akar pipih dan pendek. Sedangkan akar chiloschista cenderung bulat dan panjang.

Bunga taeniophyllum juga jauh lebih mungil dibandingkan dengan chiloschista. Diameter bunga hanya 3 mm yang tersusun pada sulur sepanjang 3,5 cm. Komposisi warna bunga kontras: sepal dan petal berwarna kuning, bibir putih, dan kepalasari ungu. Pada bagian tengah bibir yang berbentuk kantung terdapat 2 bundaran polen yang terbentuk seperti mata. Dari bunga yang mungil itu menguar aroma wangi yang lembut.

Klorofil

Taeniophyllum juga banyak tumbuh di hutan-hutan di Kalimantan Barat dan Malaysia, yaitu Taeniophyllum obsutum. Anggrek itu lebih mudah dijumpai karena berbunga sepanjang tahun.  Ukuran bunga sedikit lebih besar ketimbang T. biocellatum yakni berdiameter 5 mm. Setelah bunga gugur, tangkai bunga tidak layu, tapi terus bertambah panjang dan memproduksi bunga.

Di habitat aslinya, anggrek akar biasanya menempel di batang pohon. Frankie menuturkan, meski menempel di pohon lain, mereka tak mengambil makanan dari pohon inang. “Mereka mampu memproduksi makanan sendiri,” katanya. Menurut Ir Chairani Siregar MS, ahli anggrek dari Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, akar anggrek hantu berperan ganda. Selain untuk melekatkan diri pada pohon inang, akar juga memiliki klorofil seperti pada daun. Berkat zat hijau daun itu ia mampu berfotosintesis untuk memproduksi makanan sendiri dan bertahan hidup, meski nyaris tanpa daun.  (Pranawita Karina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img