Friday, August 12, 2022

Phusu Benderang di Kelas Bintang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Phusu koleksi Dewi Handayani asal Bandung, Jawa Barat, best in show kelas bintangGulo gumantung koleksi Imam Supandi asal Sampang, Jawa Timur, best in show di JombangCemara udang koleksi Freddy Susanto asal Jakarta, best in show kelas utamaHarap mafhum, yang dinilai ketiga juri adalah peserta di kelas bintang. Kelas bintang merupakan kelas paling bergengsi dalam Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki 2011 itu. Pasalnya, yang boleh menjadi peserta hanya bonsai yang sudah meraih minimal 3 kali peringkat sangat baik di kelas utama. Karena itu kualitas para peserta hampir merata.

Yang bertugas menjadi juri di kelas bintang juga tak sembarangan. Mereka adalah para dewan juri di kelas regional, madya, dan utama. Ketiga juri itu melaksanakan tugas di bawah koordinasi Gunawan sebagai ketua dewan juri.

Regional ramai

Tugas juri sangat berat. Dari 21 peserta di kelas bintang, mereka mesti  memilih yang terbaik untuk menyandang gelar best in show. Setelah melalui pengamatan cermat dan perdebatan yang cukup alot, akhirnya para juri sepakat menobatkan bonsai phusu koleksi Dewi Handayani asal Bandung, Jawa Barat, sebagai best in show.

Menurut Gunawan, phusu itu layak menyandang juara. “Kesehatan, kematangan, dan penataannya sangat baik. Penampilan bonsai secara keseluruhan hampir sempurna,” katanya.

Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) DKI Jakarta itu antusiasme para penggemar bonsai  sangat tinggi. Itu terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 306  kontestan yang dibagi ke dalam 4 kelas: regional, madya, utama, dan bintang. Yang menggembirakan, jumlah peserta di kelas regional paling banyak yakni mencapai 160 peserta. Itu menunjukkan gairah pebonsai untuk melahirkan bakalan-bakalan bonsai berkualitas cukup tinggi.

Geliat Jombang

Antusiasme para pebonsai tanahair itu mengundang decak kagum para penggemar bonsai asal Jepang, Korea, Swiss, dan Taiwan yang hadir dalam acara pembukaan pada 6 Maret 2011. “Itu menjadi bukti bahwa keterampilan bonsai kita lebih unggul ketimbang negara lain,” kata Ir Budi Sulistyo, ketua panitia.

Geliat antusiasme para pebonsai tanahair juga terlihat di ajang Kontes Bonsai Regional & Prospek Jombang 2011 yang diselenggarakan PPBI Jombang, Jawa Timur. Ajang yang digelar di Gedung Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang itu diikuti 237 peserta yang terbagi dalam 2 kelas: regional dan prospek. Dalam perhelatan itu bonsai gulo gumantung koleksi Imam Supandi asal Sampang, Jawa Timur, sukses menyabet best in show. Menurut H Supandi, juri asal Jember, Jawa Timur, dari penampilan keseluruhan, gerak dasar, dan keserasian, bonsai koleksi Imam memang patut diacungi jempol dan layak menyandang gelar bergengsi itu.

Menurut Saptodarsono, ketua PPBI Pusat, makin maraknya penggemar bonsai di berbagai daerah sungguh menggembirakan. “Itu artinya seni bonsai makin diterima di masyarakat. Saya berharap prestasi bonsai tanahair juga makin berkibar di dunia internasional,” katanya. (Imam Wiguna/Peliput: Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img