Wednesday, January 28, 2026

Paruh Bengkok Baru: Elok Suara dan Rupa

Rekomendasi
- Advertisement -
Paruh bengkok harlequin jenis baru, hasil silangan macaw biru emas dan macaw sayap hijau.
Paruh bengkok harlequin jenis baru, hasil silangan macaw biru emas dan macaw sayap hijau.

Empat burung paruh bengkok baru dan unik hadir di Indonesia.

Sapaan itu begitu hangat. “Apa kabar? Halo… halo….” Trubus yang berkunjung ke toko First Parrot di Manggadua, Jakarta Utara, terkesiap mendengar sambutan itu. Belum lagi hilang keheranan, terdengar tawa berkepanjangan, “Ha… ha… ha….” Ternyata suara itu bukan berasal dari seseorang yang menyapa, tapi dari burung paruh bengkok jenis monk parakeet. Sutawijaya, pemilik toko First Parrot, mendatangkannya pada akhir 2015 dari Taiwan.

Ia mendatangkan paruh bengkok ukuran medium (tinggi 25—50 cm) karena kemampuan bicaranya. “Jenis monk parakeet ini bisa bicara hingga 50 kosa kata,” kata Sutawijaya. Keunikan lain burung asal Amerika latin ini adalah warna bulu yang menarik. “Di habitat aslinya, pundak hingga sayap monk parakeet berwarna hijau dan berperut putih,” kata pehobi sejak 2007 itu.

Mutasi
Kini berbagai warna baru monk parakeet muncul berkat persilangan dan mutasi. Salah satu warna biru pada bagian pundak hingga sayap, kuning, abu-abu, albino, dan lutino. Keunikan lutino bulu berwarna kuning dan matanya berwarna merah. Menurut Sutawijaya populasi jenis monk parakeet di tanahair masih sedikit. “Mungkin hanya 50 ekor dan hanya pehobi tertentu yang punya,” katanya.

Monk Parakeet, memiliki banyak mutasi warna.
Monk Parakeet, memiliki banyak mutasi warna.

Harga burung Myiopsitta monachus itu tergolong premium, mencapai Rp5-juta—Rp10-juta per ekor berumur 1,5 bulan. Harga bervariasi tergantung karakter burung, seperti kejinakan dan keterampilan. Sutawijaya juga mendatang burung paruh bengkok jenis baru lain, yaitu harlequin macaw. “Jenis ini tidak akan dijumpai di alam bebas,” ujar Sutawijaya. Pasalnya, harlequin adalah hasil silangan antara macaw biru emas Ara arauna dan macaw sayap hijau Ara chloroptera.

Warna bulu campuran dari kedua indukan, yaitu hijau dari kepala hingga punggung, dari punggung ke ekor berwarna biru, dan bagian perut berwarna merah. Tubuh tergolong jumbo, tinggi 50—100 cm seperti macaw sayap hijau. Sutawijaya mendatangkan macaw hibrida itu pada Desember 2015 dari Belanda. Meski datang dari Negeri Kincir Angin, habitat asli indukan harlequin di Amerika selatan.

“Di Indonesia macaw hibrida belum terlalu populer karena para pehobi hanya mengenal ras murni,” kata Sutawijaya. Harga harlequin juga tergolong fantastis, mencapai Rp60-juta—Rp75-juta per ekor berumur 2 bulan tergantung keterampilan burung. Jenis paruh bengkok baru lain, blue headed macaw. Chandra Gunawan mendatangkan macaw kepala biru itu pada akhir September 2015.

Sutawijaya, dengan monk parakeet miliknya.
Sutawijaya, dengan monk parakeet miliknya.

Pehobi di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, itu tertarik mendatangkan Primolius couloni karena tingkahnya amat menggemaskan. Burung meloncat ke sana kemari sembari bersuara nyaring. Burung yang berhabitat asli di Peru, Bolivia, dan Brasil, itu tergolong macaw mini karena berukuran mungil. Tingga burung berumur 3 bulan hanya 30 cm. “Ketika dewasa tingginya hanya 40 cm,” tutur Chandra.

Bandingkan dengan scarlet macaw, misalnya, yang tingginya bisa mencapai 1 meter. Chandra membeli burung hias anggota famili Psittacide itu dari penangkar di Surabaya, Jawa Timur, dengan harga Rp50-juta. Burung yang dibeli Chandra tergolong muda sehingga warnanya belum sempurna. Chandra mengatakan, warna sebenarnya baru muncul setelah burung berumur setahun. Pada umur itu burung menampakkan warna yang aduhai, yakni perpaduan biru di kepala, hijau di sekujur tubuh, dan kemerahan di ujung ekor.

Great green macaw atau buffon macaw berumur 3 bulan milik Chandra Gunawan.
Great green macaw atau buffon macaw berumur 3 bulan milik Chandra Gunawan.

Makan buah
Ketika pertama kali tiba di rumah Chandra, macaw kepala biru itu sempat mengalami stres. “Nafsu makannya berkurang. Ia tidak mau makan bubur,” kata Chandra. Untunglah stres tak berkepanjangan. Empat hari berselang, ia mulai beradaptasi. Namun, Chandra harus menyuapi bubur khusus yang dibeli di toko khusus paruh bengkok. Bubur itu biasanya terbuat dari campran sayuran, buah, dan kacang yang sudah dilengkapi vitamin.

Chandra memberikan pakan bubur itu tiga kali sehari. Ia memberikan pakan menggunakan spoida atau alat suntik khusus dengan volume 30 ml dan memasukkannya ke paruh macaw mini. Dalam sehari bayi macaw menghabiskan 90 ml bubur. Chandra juga menyediakan pakan berupa potongan sayuran, seperti wortel dan tauge, serta buah-buahan seperti pisang dan pepaya di dalam kandang. “Tujuannya untuk melatih macaw memakan pakannya sendiri,” tutur pemilik Nurseri Godong Ijo itu.

Sebelumnya Chandra juga memiliki great green macaw atau buffon macaw. Burung itu tergolong macaw terbesar karena tingginya mencapai 50 cm meski baru berumur 3 bulan. Namun, tinggi badan saat dewasa masih kalah dengan macaw hyacinth yang tingginya bisa mencapai lebih dari 1 meter. Chandra menempatkan Ara ambiguus di kandang berbahan besi berukuran 1 m x 0,5 m x 1 m. Menurut Chandra ukuran kandang itu cukup untuk macaw mengepakkan sayap.

Blue headed macaw merupakan jenis macaw mini dengan ukuran maksimal 41 cm.
Blue headed macaw merupakan jenis macaw mini dengan ukuran maksimal 41 cm.

“Namun, lebih baik lagi bila burung bisa terbang di dalamnya,” ujarnya. Chandra memperoleh macaw jumbo itu dari seorang penangkar di Sumatera Utara. Saat dibeli umur buffon baru 2 bulan. Burung yang berhabitat asli di Honduras dan Ekuador itu bertubuh besar dan paduan warna yang seronok, yakni hijau dan merah di dahi dan corak biru muda di sayap.

Chandra memberi pakan kepada buffon sama seperti macaw mini. Namun, jumlahnya lebih banyak karena tubuhnya yang berukuran jumbo, yakni 360 ml per hari. Untuk menyuapi buffon Chandra menggunakan spoid bervolume 60 ml. Walaupun baru berumur 3 bulan, kini buffon mulai belajar makan sendiri, yaitu tauge, tomat, dan papaya. (Muhamad Fajar Ramadhan & Ian Purnama Sari)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img