Wednesday, January 28, 2026

Pemupukan Otomatis Menekan Biaya Pembelian Pupuk

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pemupukan otomatis menggunakan fertigasi tetes menekan biaya pembelian pupuk hingga 50%. Takaran pemupukan pun pas sehingga lebih efisien. Itulah yang dialami oleh Iqbal Habibi, S.P.

Pasalnya, Iqbal memerlukan 20 kilogram (kg) pupuk untuk menanam 2.000 tanaman tomat di lahan 1.000 m². Harga pupuk Rp25.000 per kg sehingga biaya pembelian pupuk Rp500.000 untuk satu periode tanam.

Kini petani di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, itu hanya menghabiskan Rp250.000 untuk pembelian pupuk sejak Februari 2023. Artinya ia menghemat 50% biaya pembelian pupuk.

“Keunggulan memakai alat itu saya bisa memupuk sesuai kebutuhan tanaman,” tutur alumnus Universitas Djuanda Bogor, itu.

Iqbal hanya perlu membuka telepon pintar untuk mengetahui nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pasalnya alat fertigasi tetes itu dilengkapi dengan sensor-sensor yang dibenamkan dalam tanah.

Sensor itu mengambil data-data seperti kelembapan dan pH tanah, intensitas cahaya, hingga nutrisi keperluan tanaman. Selanjutnya sensor mengirimkan data itu ke pangkalan data (server). Dengan begitu Iqbal mengontrol tanaman dengan mudah.

Pemupukan pun lebih efisien dengan fertigasi. Sementara pemupukan secara manual rentan mubazir. Hal itu karena takaran pemupukan berdasarkan perasaan.

“Kalau menggunakan alat ini, saya mengetahui tanaman membutuhkan fosfor (P) dan kalium (K) sehingga tidak perlu menambah unsur nitrogen (N),” ujar pria berusia 26 tahun itu.

Itulah yang membuat penggunaan fertigasi tetes bisa menekan biaya pemupukan. Keunggulan lain fertigasi tetes yakni mengurangi biaya tenaga kerja. Biasanya sekali pemupukan manual membutuhkan 4 tenaga kerja dengan rincian 3 perempuan dan 1 pria.

Biaya per hari orang kerja (HOK) Rp30.000 untuk perempuan dan Rp50.000 untuk pria. Artinya Iqbal membutuhkan biaya Rp140.000untuk sekali pemupukan. Padahal satu periode tanam membutuhkan 5 kali pemupukan.

Total jenderal biaya tenaga kerja untuk pemupukan Rp700.000. Penggunaan fertigasi tetes untuk pemupukan membuat Iqbal menekan biaya tenaga kerja.

“Untuk efisiensi biaya memang harus dihitung lagi karena saya baru pertama kali menggunakan. Biaya listrik belum saya hitung,” kata Iqbal.

Ia mendapat mesin fertigasi tetes senilai Rp50 juta itu setelah terpilih menjadi Petani Milenial Jawa Barat. Saat ini, di luasan yang sama Iqbal tengah menerapkan fertigasi tetes pada tanaman buncis. Berikutnya, ia berniat mengembangkan sistem fertigasi tetes di lahan yang lebih luas.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img