Trubus.id – Menjelang pelaksanaan Idul Adha, kesejahteraan hewan kurban menjadi hal penting yang harus diperhatikan masyarakat. Terutama di area penampungan sementara seperti di masjid, sekolah, atau kantor, banyak ternak kurang mendapatkan perhatian.
Dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan pentingnya peran pengurus masjid atau panitia kurban dalam menjamin kesejahteraan hewan. Ia menekankan bahwa ternak harus bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan kebisingan.
Melansir pada laman UGM, Panjono juga menyoroti cara pengikatan ternak yang sering kali kurang tepat. Pengikatan harus cukup kuat agar ternak tidak lepas, namun tetap nyaman dan tidak membahayakan.
Menurutnya, posisi patok dan panjang tali harus disesuaikan agar ternak tidak tercekik atau terbelit. Ia juga menganjurkan pemberian air minum jika ternak berada di penampungan lebih dari enam jam.
Selain soal penampungan, pemilihan hewan kurban juga perlu diperhatikan. Masyarakat diimbau tidak asal memilih hewan, terutama sapi dan domba, melainkan harus memastikan bahwa ternak sehat dan tidak cacat.
Ciri fisik ternak sehat antara lain mulut bersih, tidak berbusa atau berbau, serta mata yang jernih dan bersinar. Warna mata tidak boleh sayu, merah, atau keruh, dan tidak terdapat kotoran putih (blobok) di sekitarnya.
Panjono juga mengingatkan untuk memeriksa area pantat dan anus ternak. Jika area tersebut kotor atau ternak mengalami diare, hal itu bisa menjadi tanda penyakit.
Ternak yang sehat biasanya tampak aktif dan tidak lesu. Khusus ternak ruminansia seperti sapi dan domba, kesehatan juga bisa dilihat dari aktivitas memamah biak yang terus berlangsung.
