Friday, January 16, 2026

Peran Anak Muda dan Harapan Budidaya Perikanan Indonesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Anak muda menjadi motor penggerak kemajuan sektor perikanan budidaya di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) aktif mendorong mereka untuk mengembangkan budidaya yang inovatif dan berkelanjutan, salah satunya lewat Petambak Muda Indonesia (PMI).

“Muncul berbagai tantangan dalam budidaya udang seperti penyakit udang dan daya saing produk. Namun itu justru menjadi pemacu bagi para petambak muda untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Dr. Ir. Tb Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (28/5).

KKP bersama Petambak Muda Indonesia belum lama ini menyelenggarakan Shrimp Aquaculture Conference (SAC) di Badung, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari dalam dan luar negeri.

Dr. Ir. Tb Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., menambahkan, penerapan inovasi dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) berdampak pada produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Semangat generasi muda bisa menjadi teladan bagi pelaku budidaya lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Pembangunan Budidaya Berkelanjutan

KKP telah membangun Modeling Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. BUBK tersebut menjadi percontohan tambak udang modern dengan pendekatan ekologis.

“BUBK di Kebumen adalah bukti nyata bagaimana budidaya udang bisa dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Dr. Ir. Tb Haeru Rahayu, A.Pi., M.S pada siaran pers.

Direktur Ikan Air Payau, Ir. Fernando J. Simanjuntak, M.M., menjelaskan bahwa BUBK Kebumen memiliki lahan potensial hingga 100 hektare. Dari total tersebut, 189 petak tambak berukuran 1.600 m², terdiri dari 139 kolam produksi dan sisanya tandon air.

“Selain penggunaan teknologi modern yang ramah lingkungan, kegiatan budidaya di BUBK Kebumen menerapkan prinsip cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Di IPAL ada berbagai treatment, mulai dari pengendapan dan oksigenasi guna mengembalikan kualitas air menjadi normal bahkan lebih subur, dan secara fisika juga kembali normal sehingga pada saat dilepas sama seperti sedia kala dan tidak merusak lingkungan,” papar Ir. Fernando J. Simanjuntak, M.M.

Ir. Fernando J. Simanjuntak, M.M., juga menyampaikan bahwa KKP sedang menyusun program Tambak Integrated Shrimp Farming (ISF). Tambak ISF direncanakan berlokasi di Kabupaten Sumba Timur, NTT dengan konsep terintegrasi hulu-hilir dan berbasis CBIB.

Simpan Potensi Besar

Ketua Petambak Muda Indonesia, Rizky Darmawan, mengatakan pihaknya akan terus menggelar kegiatan seperti Shrimp Aquaculture Conference (SAC). Kegiatan tersebut mempertemukan pemuda, pelaku industri, dan teknologi inovatif yang menerapkan prinsip CBIB.

“Industri udang di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus meningkat, mengingat Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, serta permintaan pasar terhadap udang yang tinggi. Bukan hanya di pasar domestik, namun juga di pasar global,” jelas Rizky.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., sebelumnya menyampaikan pentingnya pengembangan budidaya perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Budidaya juga berperan mengurangi tekanan penangkapan ikan di laut serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img