Saturday, January 17, 2026

Peran Semut di Bidang Pertanian

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Keberadaan semut kerap dipandang negatif. Padahal, sejatinya saat orang berkenan menggeser titik pandang semut ke arah hal positif ada pembelajaran yang bisa ditiru untuk diterapkan. Satu contoh, peran semut di bidang lingkungan dan pertanian.

Prof. Damayanti Buchori, Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman IPB University, mengatakan, peran semut di bidang pertanian cukup besar. Semut mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah dan aerasi. Semut juga mampu membunuh serangga hama seperti ulat, kutu-kutuan, lalat, dan belalang sehingga dapat menjadi sahabat petani.

“Sebagai decomposer, semut juga luar biasa. Bahkan, bisa menjadi hewan penyerbuk. Seharusnya, kita dapat belajar dari semut karena sangat mirip dengan kita, yakni dalam menjaga kehidupan yang harmonis yang harus kita pelajari,” jelas Damayanti, seperti dikutip dari laman IPB University.

Menurutnya, sebagian besar semut telah dijadikan inspirasi kehidupan di beberapa bidang lain. Seperti kemampuan semut dalam membangun sarang koloni di bawah tanah dan dapat bertahan hingga berabad-abad. Sistem terowongan bawah tanah yang dibangun juga tidak mudah runtuh. Teknik ini kemudian dipelajari oleh manusia dalam membangun ekskavasi.

Bangunan semut pun dapat ditiru oleh manusia, misalnya dalam membangun struktur menara atau sistem ventilasi bangunan. Umur semut sudah mencapai jutaan tahun lalu dibanding manusia. Evolusinya sudah jauh lebih berkembang sehingga manusia tidak boleh menyepelekan kemampuan semut.

Tidak hanya sampai di situ, menurutnya, perilaku semut juga sudah banyak dipelajari. Misalnya, sistem navigasi dalam kelompoknya yang tidak pernah menimbulkan kemacetan dan tabrakan. Perilaku semut ini sedang dipelajari dalam pengembangan algoritma driverless car atau mobil tanpa supir.

“Sebuah hal yang tidak terduga bahwa perilaku serangga justru banyak dilihat sebagai ilmu baru dikembangkan oleh orang-orang komputer dan Informasi dan teknologi (IT). Jadi, ayo jangan ragu-ragu belajar perilaku serangga. Kini masih sangat sedikit yang mempelajarinya di Indonesia karena rahasia masa depan AI (Artificial Intelligence) ada di serangga,” jelasnya.

Kehebatan lainnya, semut mampu mengangkat beban yang lebih berat 20 kali ukuran tubuhnya, bahkan hingga 100 kali. Dalam kehidupannya, interaksi dengan lingkungan bisa bersifat positif atau mutualisme dengan tanaman ataupun serangga lain.

Interaksi ini banyak membuka wawasan terkait manfaat semut bagi lingkungan. Lebih lanjut, ia menuturkan, peranan semut juga dipakai untuk proses pengobatan. Semut dianggap dapat meredam bengkak karena mengandung antiinflamatori.

Pengobatan ini mungkin saja menjawab krisis antibiotik, di mana manusia semakin resisten terhadap obat antibiotik buatan manusia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img