Trubus.id—Kucing ras sphynx tampil percaya diri pada meja kontes kerap mengundang decak kagum para juri. Para hobiis mendamba kucing sphynk miliknya menjadi jawara di setiap kontes.
Perawatan intensif menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan kucing berpenampilan prima.
Muhammad Yusuf memberi nutrisi untuk kucing sphynk miliknya. Setidaknya 3 kali sehari saat pagi, siang, dan malam Primrose mendapatkan pakan setiap hari.
“Hakikatnya kucing adalah binatang malam, jadi ketika malam lebih aktif,” ucap pria yang berdomisili di Yogyakarta itu.
Pemberian pakan selalu tepat waktu lantaran pencernaan sphynx lebih sensitif. Ia pun tak pernah menggonta-ganti jenis pakan yang berupa raw food dan dry food.
Menurut Yusuf kenyamanan lingkungan juga modal utama mencetak kucing kampiun. Jika hewan menggemaskan itu nyaman, ia akan mencerna makanan dengan bagus.
Kebersihan kandang selalu ia periksa setiap hari guna menghindari serangan serangga yang melukai kulit. Berbeda dari kucing kebanyakan, ras sphynx memerlukan perawatan khusus untuk melindungi keeksotikan kulitnya yang tipis dengan sedikit bulu.
Eddy Suyanto pun kerap melakukan hal yang sama dengan Yusuf untuk merawat sphynx. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari. Perbedaannya Eddy hanya menggunakan dry food. “Kebetulan cocoknya dry food,” ucap pehobi asal Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu.
Menjaga ruang kandang tetap bersih menjadi prioritas Eddy. Ia pun memastikan tidak boleh ada benda tajam di sekitar kandang kucing.
Harap mafhum kulit tipis kucing sphynx rentan terserang gigitan nyamuk. Oleh karena itu, ia mengondisikan agar lingkungan rumah bebas dari nyamuk.
“Tujuannya supaya kulit kucing tetap mulus dan tidak ada luka. Itu jadi penilaian juri juga,” kata pehobi kucing sejak 2011 itu.
Untuk merawat penampilan sphynx, Eddy memandikan kucing sepekan sekali dengan air hangat dan sampo bayi.
Sejurus kemudian ia keringkan kucing menggunakan handuk. Caranya lilitkan handuk ke tubuh kucing kemudian menunggu 5—10 menit agar badan kucing kembali hangat. Frekuensi mandi menjadi lebih sering yakni 4 hari sekali menjelang kontes. Kebersihan seperti kuku dan kuping pun rutin dilakukan Eddy.
Baik Eddy dan Yusuf sepakat berinteraksi secara intens membuat kucing nyaman dan terbiasa dengan manusia. Eddy menambahkan musik sebagai salah satu metode melatih agar kucing tidak takut keramaian.
“Agar dia tidak kaget saat di tempat kontes,” ujar Eddy.
