Monday, January 26, 2026

Perisai Cegah Bulai

Rekomendasi
- Advertisement -

Jagung impian petani, berproduksi tinggi dan tahan bulai.

570_ 106-1Lazimnya Munawar memanen 1,3 ton jagung pipil kering di lahan 2.500 m². Pada September 2015 hasil panen meningkat 92% menjadi 2,5 ton jagung pipil kering di lahan sama. “Saya senang dengan peningkatan panen itu,” kata petani di Dusun Dukuhderman, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, itu.

Menurut Munawar budidaya tepat dan benih berkualitas sangat berperan dalam budidaya jagung. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Makmur III itu mengandalkan benih jagung hibrida P27 gajah hasil pemuliaan PT DuPont Indonesia. Munawar mengatakan, salah satu strategi meningkatkan produksi jagung adalah menggunakan benih berkualitas dan berlabel.

Jagung P27 gajah, potensi hasil tinggi hingga 11 ton per hektare.
Jagung P27 gajah, potensi hasil tinggi hingga 11 ton per hektare.

Tahan penyakit
Anggota staf komunikasi dan pemasaran PT DuPont Indonesia, Dimas Sasongko, mengatakan jagung hibrida P27 gajah adalah jagung pipilan berpotensi hasil 11 ton per hektare pada kadar air 15% dan hasil tanaman seragam. “Jagung P27 juga sudah teruji di berbagai lokasi dan menjadi pilihan petani di berbagai daerah di tanahair,” kata Dimas.

Kelebihan lain varietas P27 gajah yaitu berakar kuat dan adaptif pada lahan kurang subur. Jagung itu juga tahan penyakit karat dan busuk tongkol. Varietas lain produksi DuPont yakni jagung hibrida P35 banteng. Menurut Dimas P35 banteng tahan penyakit bulai. Peneliti hama dan penyakit tanaman dari Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitseral), Maros, Sulawesi Selatan, Ir Andi Haris Talanca, mengatakan penyebab bulai adalah cendawan yang tersebar lewat biji, angin, dan vektor lain seperti serangga.

Jagung umur 30 hari yang dipamerkan di stan DuPont Indonesia pada Agrinex 2017.
Jagung umur 30 hari yang dipamerkan di stan DuPont Indonesia pada Agrinex 2017.

Gejala tanaman terserang bulai antara lain muncul garis kuning pada daun. Makin lama garis kuning semakin melebar sehingga merusak klorofil daun. Dampaknya fotosintesis terganggu. Serangan bulai pada tanaman berumur kurang dari 10 hari menyebabkan kerusakan 100%. Pada umur tanaman di atas 40 hari kerusakan mencapai 40%.
Petani di Dusun Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sukidi, membuktikan kelebihan P35 banteng antibulai. Sebelumnya ia kerap merugi hingga 35% akibat serangan bulai. “Setelah menggunakan P35 banteng tidak ada serangan bulai,” kata pria berumur 51 tahun itu. Pada pertengahan 2016 itu Sukidi menuai 5 ton jagung pipil kering dari lahan 5.000 m², sebelumnya hanya 3,2 ton di lahan sama.

Jagung P35 banteng berwarna biji merah cerah dan tahan serangan penyakit bulai.
Jagung P35 banteng berwarna biji merah cerah dan tahan serangan penyakit bulai.

Lebih lanjut petani jagung sejak tahun 1992 itu menuturkan jagung siap panen berumur 100—120 hari pascatanam dengan warna biji merah cerah. Menurut Dimas petani memanen jagung P27 gajah umur 110—120 hari dan P35 banteng 100—105 hari pascatanam. “Makin tinggi tempat, semakin lama panen,” kata pria asal Bandung, Jawa Barat, itu. Dimas memperkenalkan dua jagung hibrida keturunan tetua introduksi dari Amerika itu pada ekshibisi Agrinex 2017.

Swasembada

Dimas Sasongko (tengah), anggota staf komunikasi dan pemasaran PT DuPont Indonesia.
Dimas Sasongko (tengah), anggota staf komunikasi dan pemasaran PT DuPont Indonesia.

Di acara yang berlangsung pada 31 Maret—2 April 2017 itu ia menampilkan tanaman jagung 30 hari karena tajuknya tidak terlalu tinggi. Menurut Dimas hampir 80% petani jagung di tanahair menanam jagung pipil. Komoditas itu untuk pakan ternak dan olahan. Kebutuhan jagung pipil lebih tinggi dibandingkan dengan jagung manis.

Pada 2013 Indonesia mengimpor sekitar 30% jagung pipil untuk kebutuhan domestik. “Faktanya masih ada ceruk pasar untuk memenuhi kebutuhan jagung domestik,” kata Dimas.

Varietas jagung lain yang juga meramaikan Agrinex 2017 yaitu Bima 20 URI hasil pemuliaan PT Mulya Agro Sarana. Menurut direktur PT Mulya Agro Sarana, Bambang Sutrisno, kelebihan jagung Bima 20 URI antara lain tahan penyakit bulai, karat, dan hawar daun.

Jagung Bima 20 URI produk PT Mulya Agro Sarana.
Jagung Bima 20 URI produk PT Mulya Agro Sarana.

Ciri khas jagung hibrida yang dilepas pada 2013 itu bijinya berwarna kuning jingga. Keunggulan lainnya berpotensi hasil 12,8 ton per hektare, tahan rebah, dan adaptif di berbagai kondisi lingkungan. Bisa ditanam pada lahan kering di musim hujan dan di lahan sawah pada musim kemarau. Selain itu, “Tanaman siap panen 102 hari pascatanam,” kata Bambang.

Ia menuturkan sifat adaptif menurun dari induk betina. Karakter tahan penyakit menitis dari indukan jantan yang keduanya berasal dari varietas lokal. Banyaknya varietas jagung unggul sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang berkeyakinan Indonesia berhenti mengimpor jagung pada 2018. Jagung tahan penyakit dan berpotensi hasil tinggi menjadi dambaan setiap petani. Harapannya 3 varietas jagung anyar itu mampu menyejahterakan petani sekaligus membuat Indonesia swasembada jagung. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img