Saturday, December 3, 2022

Permintaan Singkong untuk Ekspor Mengalami Kenaikan

Rekomendasi

Trubus.id — Saat ini singkong sedang menjadi tren. Hal ini terbukti permintaan singkong naik tajam, saat keadaan iklim cukup ekstrem dan krisis pangan. Suwandi, Dirjen Tanaman Pangan, mengatakan ekspor singkong naik 3 kali lipat dari tahun lalu.

Menurutnya, ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi sektor pertanian dan kesejahteraan petani di tengah dampak tantangan global. Ditambah, singkong merupakan komoditas yang mudah dalam hal perawatan.

“Berbagai kemudahan dari tanaman singkong, sudah kita ketahui, istilahnya tongkat kayu jadi tanaman. Menanam singkong menggunakan setek dapat berbeda cara tanam tergantung kebutuhan, misalnya yang dibutuhkan daunnya, bisa ditanam dengan dirobohkan atau ditancapkan,” kata Suwandi, sebagaimana dikutip dari laman Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, pada Selasa (20/09).

Nelson Metubun, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah (Sulteng), mengapresiasi program pemerintah pusat yang mencanangkan Kawasan Pangan Nusantara seluas 15 ribu hektare di Sulteng.

Strategi yang diterapkan dalam Pengembangan Kawasan Singkong di Provinsi Sulteng adalah perluasan areal tanam dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, Peningkatan Indeks Pertanaman, meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggul provitas tinggi, serta pemupukan dan penerapan paket teknologi tepat guna spesifik lokasi.

“Pola tanam dapat dilakukan monokultur dan tumpang sari pada areal kebun, lahan kritis, replanting sawit, dengan menerapkan prinsip konservasi lahan dan menjaga kelestarian lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Iham Ari Wibad, petani sekaligus pelaku usaha, mengatakan, pengembangan budidaya singkong dilakukan melalui konsep Kampung Singkong. Pemanfaatan pekarangan atau ladang menjadi sumber penghasilan lokal hingga melakukan hilirisasi. Dengan begitu, menghasilkan produk turunan yang beraneka ragam, salah satunya tepung mocaf.

“Kampung singkong ini lahir karena adanya permintaan produk turunan singkong yang meningkat. Bersama kelompok tani, kami bergerak untuk memanfaatkan semua itu menjadi hal yang menghasilkan, serta didukung sumber daya manusia yang mumpuni serta tanah yang subur,” jelasnya.

Maemunah, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, menjelaskan, benih dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan produktivitas singkong. Dengan syarat, varietas sesuai dengan agroekosistem dan benih terjamin mutunya, baik genetis, fisiologis dan fisik.

“Penanaman pun harus tepat waktu dan lokasi yang sesuai. Penyediaan benih pun harus tersedia dan mudah diakses dengan harga terjangkau,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img