Monday, November 28, 2022

Pesona si Daun Batu

Rekomendasi

Haworthia asal Afrika Selatan itu memang tergolong jenis yang pertumbuhannya lamban. Erminus Temmy-sang pemilik-mesti rela menunggu hingga 2 tahun untuk menyaksikan daun baru muncul. Di habitat aslinya di kawasan West Cape sekitar Oudtshoorn, populasi tanaman menyerupai batu itu pun hanya sedikit.

Ukuran Haworthia springbovlakensis koleksi Temmy memang sangat mungil. Penampang melintang daun berbentuk setengah lingkaran. Tingginya kurang dari 1 cm dan diameter daun 5-7 mm. Warnanya cokelat tua. Ujung daun berbentuk menyerupai tapal kuda. Di permukaannya terdapat semburat cokelat pekat hingga hitam. Duri-duri halus berwarna putih bertaburan di tepi daun. Saat pertama kali didatangkan dari Jerman 3 tahun silam, jumlah daun hanya 3 helai.

Karena ukuran daunnya pendek, tanaman itu seringkali terkubur tanah atau ujung daunnya saja yang terlihat menyembul. Itulah sebabnya menemukan Haworthia springbovlakensis di alam cukup sulit, apalagi di pasaran. Untuk mendapatkannya, Temmy merogoh kocek cukup dalam. Nilainya US$30 setara Rp300.000/tanaman. Harga yang cukup mahal untuk menebus tanaman mungil seukuran biji kacang merah.

Beragam

Koleksi lain adalah Haworthia bruynsii. Seperti H. springbovlakensis, ujung daunnya berbentuk menyerupai tapal kuda, tetapi hampir segitiga. Ukuran daunnya lebih panjang, sekitar 2 cm. Sosoknya pun lebih roset meski baru berdaun 8. Daun muda berada di tengah dikelilingi daun tua. Warna daun hijau kecokelatan.

Di bagian ujung terdapat semburat putih dan jaringan daun terlihat transparan. Menurut Temmy bila daunnya dibelah, jaringannya mirip daun lidah buaya. Koleksi lainnya yang mirip dengan H. bruynsii adalah Haworthia truncata var maughnii. Bedanya batang daun lebih gendut.

Sosok dan corak tanaman yang beragam jadi alasan haworthia digandrungi para kolektor. Ia tak hanya didominasi jenis yang berdaun tebal menyerupai batu. Beberapa di antaranya berdaun lebih tipis dan meruncing seperti Haworthia lockwoodii. Tanaman asal Laingsburg Selatan, Afrika Selatan, itu berdaun pipih berdiameter 1-1,5 cm dan berujung runcing. Daun tersusun menyerupai mahkota bunga mawar. Penampilannya memikat karena daun berwarna hijau cerah dengan guratan-guratan samar berwarna putih di bagian ujung.

Ada juga yang di tepi daunnya terdapat duri. Salah satu contoh Haworthia xiphiophylla dan H. arachnoidea. Sedangkan Haworthia semiviva, duri di tepi daun berupa rambut-rambut halus yang lebih panjang sehingga tanaman terlihat seperti diselimuti jaring laba-laba.

Variatif

Jumlah spesies haworthia hanya sedikit, sekitar 27. ‘Tapi variannya banyak sekali,’ ujar putra sulung Pamy Hernadi, pemilik nurseri Venita di Lembang itu. Varian itu berasal dari hasil silangan di alam maupun berkat tangan para penyilang. Masing-masing varian memiliki corak dan bentuk daun berlainan.

Contohnya Haworthia emelyae. Penampang melintang daun tanaman ini berbentuk segitiga dan berwarna hijau muda dengan sedikit semburat cokelat di bagian ujung. Posisi daun tersusun konsentris dengan daun muda di bagian tengah. Tinggi daun sekitar 1 cm dari permukaan media.

Penampilannya berbeda dengan kerabatnya Haworthia emelyae var emelyae. Penampang melintang daun membentuk sudut lebih runcing dan berwarna hijau lebih pekat. Panjang daun tua mencapai 3 cm. Daun tersusun bertumpuk sehingga tampak lebih roset. Apalagi dengan kerabatnya yang lain yaitu Haworthia emelyae var major. Ujung daun sangat runcing dan di permukaannya terdapat duri-duri pendek berwarna putih. Bahkan warna daunnya pun hijau pekat hingga kehitaman.

Jingga unik

Jepang salah satu negara yang kerap memproduksi silangan-silangan haworthia. Silangan negeri Sakura itu diburu pasar karena melahirkan jenis-jenis bersosok unik, seperti yang dimiliki Joseph, hobiis asal Bogor. Hasil silangan H. attenuata dan H. radula variegata berbentuk seperti bintang bertumpuk dan berwarna hijau kuning. Penampilannya mirip H. limfolia, tetapi melingkar seperti baling-baling.

‘Salah satu kelebihan penyilang Jepang, mereka bisa memunculkan warna daun lebih cerah dan mempertegas corak,’ kata Temmy. Mereka juga bisa memunculkan warna-warna resesif seperti merah. Salah satunya haworthia di nurseri Venita tampil mencolok dengan warna merah kejinggaan. Lantaran langka, haworthia-haworthia berwarna resesif harganya mahal, mencapai 40.000-50.000 yen atau setara Rp3-juta-Rp4-juta per tanaman. (Imam Wiguna)

 

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img