Wednesday, February 8, 2023

Petani Milenial di Bali Gunakan Teknologi untuk Penyiraman dan Pemupukan

Rekomendasi

Trubus.id — Memanfaatkan teknologi pada sektor pertanian sangat meringankan kerja petani. Itu dialami oleh Gede Suardita. Sebelum 2020 Gede Suardita selalu bermandikan peluh. Pasalnya, ia menggunakan gembor untuk menyiram tanaman di lahan 18 are atau 1.800 m2 selama 2 jam.

Namun, itu kisah masa lalu. Sekarang, Suardita hanya perlu waktu 10 menit untuk menyiram tanaman di luasan lahan sama. Tidak hanya itu, sebelumnya, pemupukan tanaman pun perlu waktu sekitar 8 jam, sekarang hanya 20 menit.

Istimewanya, pria asal Dusun Asahgobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, itu  tak perlu lagi bermandi peluh. Ia cukup memencet telepon genggam. Asalkan ponsel itu terhubung dengan jaringan internet di kebun.

“Saya bisa merawat tanaman dan mengontrol kebun dari jarak jauh,” kata petani sayuran organik itu.

Itulah teknologi yang sekarang diterapkan Suardita. Ia mengaplikasikan internet of things (IoT) di kebunnya. IoT merupakan teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan jaringan internet. Hingga kini teknologi IoT terus dikembangkan dan diaplikasikan.

Suardita membuka aplikasi bernama Blynk, yakni media untuk membangun sistem IoT sesuai kebutuhan di ponsel. Selanjutnya, terlihat menu dasbor IoT PMK Gobleg 1. Di halaman depan langsung terlihat indikator seperti cuaca, kelembapan, pH tanah, pH air, curah hujan per menit dan per jam, serta temperatur udara.

Ada juga menu closed circuit television (CCTV) sehingga ia bisa memantau situasi kebun. Adapun untuk menyiram, ia cukup membuka halaman aplikasi yang menunjukkan tiga area water sprinkler di lahan 18 are atau 1.800 m2 yang dikelolanya.

Suardita lalu menghidupkan titik pertama. Sebanyak 15 alat penyiram tanaman yang disangga tiang-tiang menyala dan menyemprotkan air. Pada aplikasi itu juga ada menu untuk mengontrol pipa irigasi.

Ia menggunakan irigasi drip (tetes). Titik drip ia arahkan ke akar tanaman agar kebutuhan air dan pupuk bisa dikontrol sehingga menghemat air.

Ponsel di tangannya terhubung dengan sebuah kotak kecil yang terpasang di sebuah tiang panel surya mini. Alat itulah yang berperan mengakses jaringan internet.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img