Trubus.id—Usaha pembibitan domba menjadi peluang baru di kalangan para pebisnis. Menurut Mohammad Huda Khairon bisnis yang juga tak kalah menggiurkan yakni pembibitan domba. Saat ini Huda memiliki sekitar 1.260 domba.
Dari jumlah itu 60 ekor merupakan indukan varietas suffolk asal Australia. Indukan impor itu terkenal unggul dan berdarah murni (full blood) yang bersertifikat. Adapun 1.200 ekor lainnya merupakan indukan komposit yang darahnya tidak menentu atau tidak diketahui, tetapi memenuhi syarat sebagai indukan.
Huda berencana mengawinkan indukan komposit dengan indukan impor berdarah murni. “Indukan berdarah campur-campur itu biasanya turunannya bagus. Nanti turunannya 50% berdarah suffolk,” kata peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, itu.
Hanya beberapa persen yang secara fenotip mengikuti jantan yang hasilnya sangat jelek. Namun kemungkinan itu kecil sekali. Nanti ada 3 produk akhir. Yang pertama anakan persilangan F1. Artinya anakan dari hasil persilangan indukan berdarah murni dengan indukan komposit.
Meski begitu anakan yang dihasilkan harus memenuhi syarat sebagai calon indukan. Biasanya umur yang dijual untuk anakan 4 bulan dengan bobot 30 kg. Ada juga anakan untuk calon indukan (parent) berumur 6—7 bulan berbobot 40 kg.
Harganya mencapai Rp3 juta—Rp5 juta per ekor tergantung grade. Yang kedua indukan yang terkawini dan memiliki janin pejantan berdarah murni atau buntingan. Harga buntingan Rp3 juta—Rp5 juta per ekor.
Diharapkan dari buntingan itu konsumen mendapatkan induk dan anakan hasil persilangan berdarah murni. Produk ketiga yakni final stock yang digemukkan dan dijual sebagai pedaging.
Pada bisnis pembibitan, munculnya final stock itu dihindari. Semakin banyak yang afkir berarti reputasi sebagai peternak pembibitan tercoreng karena menghasilkan banyak produk yang jelek.
“Bahkan kalau bisa final stock itu harus nol. Dari ketiga produk pembibitan yang paling banyak peminatnya adalah buntingan,” ujar pemilik peternakan Harjo Lestari itu. Ia menjual 50—60 anakan dan 400 buntingan sebulan.
