Wednesday, April 17, 2024

Penerapan Diet Gut and Psychology Syndrome (GAPS) untuk Autis

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Semula DR (HC). M. Yunny Raharja, B.SC., C.HT.,CGP., hanya percaya pengobatan konvensional. Namun, ia makin merasakan efek samping obat-obatan yang selama ini dikonsumsi. Itulah awal mula warga Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, itu mulai beralih ke pengobatan alternatif yang memanfaatkan herbal.

Pada 2008, ia melahirkan seorang anak bernama Tomi Hartanto yang mengalami sindrom autisme (autism spectrum disorder). Kondisi itu semakin memicu perempuan berumur 46 tahun itu untuk beralih sepenuhnya dan berupaya hidup sehat dan alami.

Saat Tomi berusia 8 tahun, Yunny pun mengenal gut and psychology syndrome (GAPS). “GAPS ditemukan oleh Dr. Natasha Campbell-McBride, yang awalnya bertujuan menyehatkan usus dan pencernaan,” tutur penerima doktor honoris causa bidang pengobatan alternatif dari Universal Institute of Professional Management, Malaysia, itu.

Sejatinya GAPS untuk memperbaiki pola hidup. Penerapan GAPS terbagi menjadi 3 yakni tahap pengenalan, tahap penuh, dan tahap lepas. Setiap tahap memiliki kelas berbeda. Makin tinggi kelas semakin sedikit pantangannya.

Menurut Yunny kondisi atau keluhan seseorang menentukan ia mulai di tahap mana. “Misal autis dengan perilaku terlalu aktif dan cenderung membahayakan saya arahkan untuk memulai dari tahap pengenalan. Sementara seseorang dengan gangguan pencernaan dan beraktivitas padat, saya arahkan untuk mulai masuk di tahap penuh,” tutur Yunny.

Terlepas dari pola makan, herbal juga memiliki peran dalam mengoptimalkan manfaat dari penerapan GAPS. Adapun herbal yang biasa digunakan Yunny yakni yang bersifat antiinflamasi dan antiparasit.

Ia menggunakan buah peria (Momordica charantia) dan ekstrak daun sambilata (Andrographis paniculata) untuk di awal ketika menjalankan fase pengenalan.  “Sesungguhnya kedua herbal dan herbal lainnya yang digunakan tidak persis dengan panduan GAPS yang asli,” kata Yunny.

Namun ia berpendapat bahwa setiap herbal memiliki manfaat masing-masing dan dapat digantikan dengan bahan yang mudah didapatkan. Herbal lain andalan Yunny yakni rimpang jahe (Zingiber officinale) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica).

“Senyawa aktif dalam herbal sangat baik memperbaiki sistem pencernaan dengan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus sehingga kondisi pencernaan kita menjadi seimbang,” kata alumnus University of Oregon, Amerika Serikat, itu.

Ketika akil balig, Tomi mengalami gejala eksem di seluruh tubuhnya. Timbul ruam merah yang gatal sepanjang hari. Sang ibu pun membuat ramuan dengan campuran minyak kelapa, minyak kalendula, dan rebusan daun sirih (Piper betle) hingga menyerupai losion. Setelah pemakaian rutin sepekan, kulit Tomi menunjukkan perbaikan.

Ruam merah mereda dan intensitas gatal berangsur berkurang. Menurut Yunny yang utama dalam penerapan GAPS yaitu terus mencoba dan mencari tahu. Ia tidak bisa menjamin berapa lama seseorang lepas setelah menerapkan GAPS. “Idealnya seseorang melakukan GAPS 2 tahun melalui tahap pengenalan dan tahap penuh baru boleh curi-curi makanan sedikit atau cheating”, kata Yunny.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img