Sunday, July 14, 2024

Pupuk Hayati Pengendali Nematoda Pertama di Indonesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Serangan nematoda menjadi momok bagi petani. Tanaman yang terserang nematoda produktivitasnya menurun dan lama-kelamaan akan mati. Universitas Jember menemukan pupuk hayati pengendali nematoda.

Beberapa tanaman yang kerap diserang nematoda di antaranya tanaman hortikultura mulai dari padi, tomat, hingga kopi. Jika nematoda telah menyerang tanaman, biasanya muncul butiran mirip jerawat di akarnya.

Dr. Iis Nur Asyiah dan tim peneliti dari Universitas Jember yang berhasil menemukan pupuk hayati sekaligus pengendali nematoda pertama di Indonesia. Pupuk hayati itu diberi nama BRE-4.

Selain berhasil mengendalikan nematoda parasit pada tanaman, ternyata penggunaan BRE-4 ini sukses menyuburkan tanaman, bahkan meningkatkan produktivitas tanaman.

Dikutip dari laman Universitas Jember, keberhasilan ini tampak pada saat panen padi hasil pemupukan menggunakan BRE-4 yang dilakukan di sawah yang menjadi demplot penelitian di Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul.

Di persawahan seluas 1000 m2 yang telah disemprot BRE-4, padi menguning siap panen, sedangkan padi di sawah di sebelahnya belum siap panen. Padahal, padi yang disemprot BRE-4 ditanam seminggu sesudahnya. Artinya, padi yang disemprot BRE-4 bisa dipanen lebih awal dari padi tanpa perlakuan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim peneliti, butiran padi atau malai padi dari tanaman padi yang disemprot BRE-4 lebih banyak. Rata-rata terdapat 27 bulir padi, bandingkan dengan padi tanpa perlakuan yang hanya memiliki 12 hingga 15 bulir padi. Ditambah paling penting, nematoda parasit yang berada di akar padi 90 persen hilang.

Menurut Iis Nur Aisyah, pengembangan BRE-4 dilakukan sejak 2010. Ia dan tim melakukan eksplorasi rhizobakteri dan bakteri endofit yang memiliki kemampuan mengendalikan nematoda parasit pada tanaman.

Dari penelitian tersebut diperoleh beberapa isolat bakteri yang empat di antaranya berpotensi mengatasi nematoda karena memiliki keunggulan dari yang lainnya. Keempat isolat bakteri tersebut kemudian teridentifikasi sebagai Bacillus sp. dan Pseudomonas sp.

“Oleh karena itu, komposisi yang kami racik dinamakan BRE-4, dari kata Bakteri Rhizo dan Endofit. Dan karena jumlahnya ada empat maka kami tambahkan angka 4,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img