Trubus.id— Beberapa penyakit menjadi momok bagi peternak lele. Mulai dari borok, cacing, hingga trichodina. Berikut ini cara pengendalian berbagai penyakit tersebut.
Borok atau Cacar
Penyakit ini paling ditakuti peternak. Sebab, kehadirannya bisa menimbulkan kematian massal. Penyebabnya, bakteri Aeromonas dan Pseudomonas. Serangannya menimbulkan kerusakan pada organ dalam, seperti hati, limfa, dan daging.
Gejala awal ditandai munculnya borok di permukaan kulit. Ketika parah borok akan berubah menjadi nanah. Cara mengatasi dengan memisahkan ikan sehat dengan yang sakit. Bila belum parah bisa diantisipasi dengan pemberian antibiotik, seperti Tetrasiklin, Supertetra, atau Streptomicin.
Obat itu biasa dicampurkan dengan pakan. Dosisnya 1 mg per kilo pakan. Pengobatan sederhana dengan memberikan garam dapur sebanyak 10 kg yang ditumbuk bersama daun pepaya.
Cacing
Jenis cacing yang kerap menyerang lele adalah Dactylogyrus dan Gyrodactylus. Kepadatan tinggi dan perubahan lingkungan mendadak memicu munculnya keluarga cacing itu. Gejala awal ditandai nafsu makan ikan menurun dan sering muncul di permukaan air.
Kedua parasit itu merusak insang dan kulit. Insang yang terserang menjadi luka dan pendarahan. Akibatnya, pernafasan lele terganggu. Pada kulit ditandai keluar lendir secara berlebihan dan warna ikan pucat.
Ikan yang terserang menjadi lemas dan sirip menguncup. Cara penanggulangannya dengan mengganti air dalam jumlah besar. Taburkan garam dapur 40 g/m² ke kolam. Atau merendam ikan sakit dengan larutan kalium permanganat konsentrasi 0,01% selama 30 menit.
Trichodina
Penyakit ini disebabkan sejenis protozoa. Ia menyerang insang. Ikan yang terserang ditandai sering berputar-putar dan menggantung pada permukaan air. Pengobatan ikan sakit dengan merendam larutan formalin dengan konsentrasi 15—20 ppm.
