Wednesday, January 28, 2026

Rahasia Periuk Hantu Munculkan Anak

Rekomendasi
- Advertisement -

esiana asal Kalimantan dari sebuah pameran tanaman hias di Jakarta. Rugi hingga lebih dari Rp5-juta pun mesti ditanggungnya. Kini, ada beragam teknik perbanyakan periuk hantu yang sanggup mengembalikan senyum cerah Yuli.

Kegagalan Yuli memperbanyak periuk hantu kerap dialami hobiis lain. Itu lantaran pitcher plant mempunyai sejuta rahasia dalam memunculkan anakan. Sebagian hobiis sepakat nepenthes tergolong tanaman manja. Diperlukan ketelatenan tinggi demi keberhasilan perbanyakannya.

“Rahasia keberhasilan memperbanyak nepenthes terletak pada media, penyiraman, pemupukan, dan perawatan yang tepat,” ujar Endang Tri Hartati, kepala Kebun Bibit Hortikultura Baturaden, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Apalagi anggota famili Nepenthaceae itu bisa diperbanyak dengan beragam cara. Hobiis pun tinggal menentukan pilihan. “Mau pilih setek pucuk, setek batang, maupun split anakan, tinggal disesuaikan dengan keadaan tanaman,” tutur Endang. Di habitat aslinya nepenthes bisa memperbanyak diri dengan menggunakan biji. Sebutir biji yang jatuh tertiup angin perlahan tumbuh menjadi calon kantong semar.

Beberapa hobiis nepenthes di Belanda dan Amerika Serikat mencoba menerapkan teknologi perbanyakan biji untuk mendapatkan silangan kantong semar yang langka. Sayang, tingkat keberhasilan dan kesulitan sangat tinggi sehingga masih susah dilakukan di Indonesia.

7 – 10 cm

Perbanyakan ketakung dengan setek batang mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Itu lantaran untuk menumbuhkan akar dibutuhkan 1 bulan lebih lama dibandingkan setek pucuk untuk memunculkan daun pertama. Padahal, kehadiran akar terutama akar serabut di antara ruas menjadi prioritas tumbuh hasil setekan.

Menurut Endang, syarat tumbuh setek ditentukan juga oleh cara pemotongan batang. “Pilih batang yang segar dan tidak terlalu muda,” ungkap kelahiran Cilacap 39 tahun silam itu. Setelah itu potong di antara ruas sepanjang kurang lebih 7 – 10 cm. Kemudian masukkan setek ke dalam air lalu celupkan ke dalam cairan rooton F alias hormon penumbuh akar sedalam 1 cm.

Di lain tempat, Lanny Lingga dari nurseri Seederama di Bogor, menggunakan hormon perangsang akar jenis IBA (Indole Butiric Acid) dengan dosis 300 ppm. Namun sebenarnya, “Perangsang akar merek apapun bisa digunakan asal dalam aplikasi jangan sampai mengenai daun karena mengakibatkan tanaman busuk,” tutur Endang.

Jangan lupa untuk menyiapkan media berupa spaghnum moss yang sebelumnya direndam semalam dengan fungisida. Jenis yang digunakan previcur N dengan takaran 0,5 ml/l. Kemudian tanam setek batang dalam media sedalam 1 – 2 cm dalam pot semai bermedia spaghnum moss.

Supaya kelembapan terjaga pot diletakkan di atas tatakan berisi air penuh. Namun, bila tempat menanam berketinggian lebih dari 750 m dpl, upaya itu tak perlu dilakukan. Penyiraman tanaman dan pengisian tatakan dengan air cukup seminggu sekali. Bila cuaca panas dan kering, siram seluruh bagian tanaman dengan sprayer.

Organ kantong nepenthes harus selalu terisi air. Tunjang tanaman dengan lidi atau kayu agar tidak goyang. Letakkan setek batang di bawah shading net 65% yang dilapisi plastik UV. Satu bulan kemudian akar pertama akan muncul.

Potong pucuk

Perbanyakan lain menggunakan setek pucuk yang diperoleh dari pucuk tanaman induk kantong semar. “Cara memotongnya sama dengan setek batang, di antara ruas,” ungkap Endang.

Setelah pangkalnya dicelup dalam hormon penumbuh akar, setek diletakkan dalam bak pasir persemaian yang lembap atau dalam pot semai. Selang 2 minggu biasanya sudah terbentuk akar-akar serabut pada pangkal batang setek. Pindahkan tanaman ke media spaghnum moss yang telah direndam fungisida selama semalam.

Jika akar telah mencapai panjang 2 cm, setek pucuk periuk hantu bisa dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Ramuan media berupa campuran pasir, tanah, dan lumut dengan perbandingan 1 : 1 : 0,5. Kehadiran lumut spaghnum diperlukan lantaran sang lumut mampu menyerap dan menahan air, sehingga kelembapan lingkungan sekitar tanaman terjaga terus-menerus. Di habitat aslinya, kantong semar hidup di tanah tepi rawa gambut dengan pH <5, yang rata-rata ditumbuhi lumut.

Usahakan kelembapan terjaga 60 – 90% setiap harinya. Lakukan penyiraman teratur seminggu sekali dengan sprayer. Jika sudah ada daun yang membentuk kantong atau periuk, sebaiknya tanaman dipindah ke dalam pot yang digantung di tempat yang teduh. Itu untuk menjaga agar kantong tumbuh optimal, tangkai tidak mudah patah, dan banyak serangga mampir.

Pisah anakan

Menanti tanaman induk periuk hantu memunculkan anakan butuh sekitar setahun. Tanaman dewasa bakal memunculkan anakan di selasela semaknya yang merimbun. Untuk memisahkan induk dan anakan mesti digunakan alat pemotong seperti pisau, gunting, atau cutter yang steril.

Angkat seluruh tanaman periuk monyet dari pot lalu bersihkan dari media tanam yang menempel. Pisahkan anakan dengan hati-hati, potong dengan menyisakan sedikit akar pada anakan.

Tanam anakan yang telah terpisah dalam media pakis atau campuran pasir, tanah, dan lumut dengan perbandingan 1 : 1 : 0,5. “Penyiraman dan perlakuan anakan sama dengan perawatan pada perbanyakan yang lain,” kata Endang.

Berbagai ragam perbanyakan kantong semar membuat hobiis punya banyak pilihan. Tinggal sesuaikan dengan tempat dan kondisi tanaman, gandakan nepenthes pun jadi makin mudah. Dengan begitu periuk hantu munculkan anakan bukan rahasia lagi.(Hanni Sofi a)

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img