Friday, January 16, 2026

Red Diva: Alpukat Lokal Unggul

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Alpukat Red Diva milik Haryanto di Desa Legokalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah bertekstur sangat pulen dan lembut. Tampilan buah muda hijau mengilap. Namun setelah masak warna kulit buah berubah menjadi merah kecokelatan.

Itu alasan Haryanto menyematkan nama Red, sedangkan Diva berasal dari nama putri keduanya. Meskipun tidak terlalu manis, tetapi saat digigit daging buah terasa gurih melekat di lidah. Bentuknya bulat lonjong dan proporsional. Bobot buah tidak terlalu besar. Sekitar 400—700 gram per buah, sangat cocok untuk sajian buah meja.  

Pohon induk red diva kurang lebih berumur 16 tahun.  Hartanto menanam di pekarangan rumah seluas 1.500 m2. Saat itu ia memperoleh beberapa biji alpukat lokal dari rekannya. Ia tidak ingat pasti berapa jumlahnya, tetapi terdapat 12 pohon tumbuh dengan baik. Red diva merupakan salah satu jenis dengan kualitas buah yang unggul.

Sayangnya untuk produksi pohon Hartanto tidak pernah mencatatnya dengan teliti. Ia merawat pohon menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pria kelahiran 1981 itu menggunakan pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar leri atau cucian beras.

“Konsentrasi POC yang diberikan berbeda, tergantung dari umur pohon,” ujar Hartanto.

Untuk pohon berumur 16 tahun setidaknya membutuhkan 0,32 liter POC yang dilarutkan ke dalam 10 liter air. Interval pemberian sekali dalam 2 pekan. Ia juga menambahkan 200 kg pupuk kandang terfermentasi setiap 4 bulan. Pemangkasan ranting yang tidak produktif dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Sebulan setelah pemangkasan Hartanto memberikan 1 kg pupuk monokalium fosfat untuk merangsang pembungaan. Setelah panen ia rutin memberikan 1 kg NPK seimbang 16:16:16. Pemupukan yang intens akan menghasilkan buah yang lebat.

Menurut Pengawas Benih Tanaman di Balai Pengawasan dan Sertifikasi (BPSB) Jawa Tengah, Tino Vihara, S.P., M.P., alpukat unggul selayaknya memiliki kulit berwarna merah kecokelatan saat buah masak. Permukaan kulitnya terlihat mengilap. Bentuk buah bulat, saat dibuka daging buah berwarna kuning dan tebal. Saat digigit daging buah terasa lembut tidak berserat dan kesat. Rasa gurih menjalar saat mencecap dan menelannya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img